
BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan menyiagakan logistik dan peralatan penanganan bencana guna menghadapi kemungkinan terjadi bencana alam banjir ketika musim penghujan yang saat ini melanda Banua.
Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Gusti Yanuar Noor Rivai melalui Kabid Penanganan Bencana H Achmadi SSos mengatakan, logistik telah disiagakan untuk membantu korban terdampak bencana banjir.
“Kita siaga menghadapi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, serta air laut pasang (rob), mengingat saat ini kondisi sejumlah sungai di Kalsel mengalami kenaikan akibat telah terjadi hujan,” ujarnya, Kamis (12/12).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, untuk logistik yang masih ada di gudang dinas sosial provinsi relatif aman untuk membantu tanggap darurat bencana alam di Banua.
Selain itu, pihaknya juga meminta lumbung sosial yang tersebar di daerah rawan bencana di Kalsel untuk siaga logistik mengantisipasi terjadinya bencana alam banjir.
“Kita akan penuhi sandang dan pangan di lumbung sosial yang telah berdiri agar ketika terjadi bencana permintaan bantuan tanggap darurat tidak perlu harus kabupaten bahkan provinsi,” katanya.
Lumbung sosial yang tersebar lebih dari 50 kecamatan di Kalsel tersebut dimaksudkan untuk mempercepat dan mempermudah penyaluran distribusi logistik bagi korban yang terdampak bencana alam di Banua.
“Jika masih dibutuhkan tambahan untuk bantuan tanggap darurat penanggulangan bencana, maka kami akan meminta tambahan dari Kementerian Sosial (Kemensos),” ucap Madi.
Menyinggung peralatan, ia menyebutkan pihaknya menyiapkan lima perahu karet untuk membantu pengungsian apabila diperlukan dan satu kapal sea rider.
Ia menambahkan, kapal Sea Rider yang dimiliki dinas sosial berkapasitas 20 orang juga bisa mengangkut logistik untuk kebutuhan korban terdampak bencana banjir.
“Kami juga telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terlatih dan terampil dalam penanganan bencana, yakni anggota taruna siaga bencana (tagana) yang saat ini tersebar di 13 kabupaten/kota se-Kalsel,” pungkasnya. ani

