
BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru mengapresiasi pemerintah kota yang berhasil merealisasikan pajak dan retribusi daerah hingga melampaui target yang ditetapkan.
“Kami mengapresiasi realisasi pajak dan retribusi yang sudah melampaui target meski tahun anggaran belum berakhir,” ujar Windi usai menghadiri penyerahan penghargaan kepada wajib pajak di Banjarbaru, Senin.
Menurut Windi, sesuai penerimaan pajak dan retribusi dihimpun Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Banjarbaru, realisasi sudah mencapai Rp188,8 miliar atau 100,57 persen dari target Rp187,9 miliar.
Windi menyebutkan, data realisasi itu masih berada di akhir November sehingga masih tersisa satu bulan lagi untuk lebih meningkatkan PAD yang berasal dari sektor jasa baik pajak dan retribusi daerah.
“Artinya, masih ada waktu satu bulan lagi untuk semakin meningkatkan PAD dengan harapan bisa mencapai realisasi seperti tahun sebelumnya dan kami yakin tahun ini tembus Rp200 miliar,” ungkapnya.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru Kemas Akhmad Rudi Indrajaya mengatakan, sumbangan terbesar PAD berasal dari sejumlah pajak dan retribusi daerah.
“Pajak BPHTB, tenaga listrik dan pajak makanan dan minuman jadi sumber penerimaan terbesar bagi PAD Banjarbaru. Kami optimistis realisasi ketiga tercapai hingga akhir tahun,” tuturnya.
Dikatakan, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sudah terealisasi 100 persen diantaranya Pajak Bumi dan Bangunan, jasa perhotelan, jasa kesenian dan hiburan, pajak reklame dan pajak air tanah.
“Semua pajak di atas sudah tercapai 100 persen dari target hingga akhir November. Hanya dua yang belum yakni BPHTB dan pajak tenaga listrik tapi kami optimistis dapat tercapai saat akhir tahun,” katanya. ant

