Mata Banua Online
Rabu, April 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Terapi Pijat Taktil Bisa Bantu Kelola Gejala ADHD

by Mata Banua
2 Desember 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Desember 2024\3 Desember 2024\11\Halaman 1-11 Selasa\terapi.jpg
(foto:mb/web)

Pijat dikenal menenangkan dan memiliki banyak manfaat, dan ternyata pijat juga dapat membantu mengelola gejala ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) dengan lebih baik.

Dikutip dari The Hindustan Times, Selasa, sebuah studi yang dipublikasikan di Complementary Therapies in Clinical Practice mengungkapkan bahwa pijat taktil dapat membantu meredakan gejala ADHD pada remaja.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Beberapa gejala tersebut meliputi terus-menerus gelisah, kesulitan duduk diam, sulit berkonsentrasi, serta perilaku hiperaktif dan kurang perhatian lainnya.

Namun, peserta dalam penelitian ini melaporkan peningkatan yang signifikan dalam fokus dan perhatian, disertai kualitas tidur yang lebih baik, setelah menjalani teknik pijat ini.

Para peneliti menjelaskan manfaat pijat taktil dalam meredakan gejala ADHD, seperti pijat taktil melibatkan usapan lembut, lambat, dan berirama pada lengan, kaki, dan punggung, yang bertujuan untuk mempromosikan relaksasi.

Teknik itu juga menunjukkan potensi dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

“Remaja dengan ADHD sering menghadapi tantangan seperti hiperaktivitas, kurang perhatian, stres, dan kesulitan tidur, yang tidak sepenuhnya teratasi dengan pengobatan standar. Sebagai perawat spesialis di bidang psikiatri anak dan remaja, saya telah menyaksikan tantangan ini secara langsung dan ingin mengeksplorasi apakah pijat taktil bisa menjadi opsi yang aman dan non-invasif untuk memberikan manfaat tambahan dalam mengelola gejala ini dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” kata Penulis studi, Anna-Carin Robertz.

Penelitian ini melibatkan 14 remaja berusia 15 hingga 17 tahun dengan ADHD. Para peserta berada dalam kondisi stabil dengan pengobatan, sementara beberapa lainnya tidak menggunakan obat.

Mereka juga tidak memiliki gangguan kesehatan mental berat, penyalahgunaan zat, atau menjalani perawatan psikologis aktif. Hal itu memastikan fokus penelitian hanya pada gejala ADHD.

Eksperimen dilakukan melalui sepuluh sesi pijat taktil mingguan yang dilakukan oleh terapis pijat taktil.

Teknik ini melibatkan usapan lambat dan berirama yang ditargetkan pada punggung, lengan, tangan, dan kaki.

Lingkungan tempat pijat berlangsung juga dibuat mendukung dengan pencahayaan redup, musik yang menenangkan, dan minyak tanpa aroma.

Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada perilaku hiperaktif dan impulsif, serta masalah sekunder seperti kualitas tidur yang buruk.

Studi ini membuka peluang baru dalam pengobatan ADHD dan pengelolaan gejalanya dengan pendekatan yang lebih holistik. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper