Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPBD Kalsel Impikan Taman Edukasi Kebencanaan

by Mata Banua
21 November 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\November 2024\22 November 2024\2\2\New Folder\BPBD Kalsel Impikan Taman Edukasi Kebencanaan.jpg
KEPALA BPBD Kalsel Raden Suria Fadliansyah bersama Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bambang Dedi Mulyadi bersama Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Jawa Timur Dadang Iqwandy. (Foto:mb/ani)

 

SURABAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Raden Suria Fadliansyah mengungkapkan, pihaknya sangat mengimpikan adanya Taman Edukasi Kebencanaan di Banua.

Berita Lainnya

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

27 April 2026
Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

27 April 2026

“Kita sudah lama mengimpikan Taman Edukasi Kebencanaan dalam rangka melakukan sosialisasi tentang kebencanaan kepada masyarakat di Kalsel,” ujarnya di sela kunjungan ke Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Sidoarjo, Selasa (19/11).

Menurutnya, dalam rangka mewujudkan impian memiliki Taman Edukasi Kebencanaan tersebut, BPBD Provinsi Kalsel melakukan kaji tiru di BPBD Jatim yang telah memiliki Taman Edukasi Kebencanaan.

Pada kunjungan ini, Raden Suria di dampingi Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bambang Dedi Mulyadi dan sejumlah staf.

Suria mengatakan, dari hasil kaji tiru ini pihaknya akan melakukan langkah-langkah persiapan untuk membangun Taman Edukasi Kebencanaan, dan sasaran pendidikan kebencanaan mulai anak Taman Kanak-kanak (TK) hingga mahasiswa.

Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya Taman Edukasi Kebencaanan ini, yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk anak sekolah sejak dini tentang kebencanaan, mengingat Kalsel termasuk daerah rawan bencana.

“Kita berharap dari inovasi Taman Edukasi Kebencanaan ini masyarakat memahami upaya yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, sehingga mampu mengurangi resiko akibat bencana tersebut,” katanya.

Taman Edukasi Kebencanaan ini, lanjutnya, merupakan salah satu upaya pencegahan dan kesiapsiagaan Kalsel menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Pada kesempatan itu, rombongan BPBD Provinsi Kalsel juga melihat secara langsung bagaimana BPBD Jatim berhasil mengelola komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan.

Berbagai program terkait upaya penanggulangan bencana mulai dari pembuatan Taman Edukasi kebencanaan, tenda pendidikan bencana (tenpina) dan inovasi lainnya, dijelaskan secara detail oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Dadang Iqwandy.

Dalam sharing session, Dadang juga menyampaikan berbagai strategi komunikasi yang telah diterapkan, salah satunya dengan melibatkan media yang dinilai efektif untuk menyebarluaskan informasi terkini terkait bencana, sehingga masyarakat mendapatkan akses informasi yang cepat dan akurat.

Program itu diharapkan dapat menjadi model bagi Kalsel untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

Kemudian, rombongan juga meninjau Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim dan hasil kaji tiru akan diterapkan dalam upaya mitigasi bencana, untuk mengedukasi masyarakat khususnya edukasi yang diarahkan pendidikan.

“Jadi anak-anak di ajak bermain sambil memahami bagaimana bencana itu, sehingga dapat mengurangi dampak dari risiko bencana. Karena bencana itu memang tidak bisa dihindari, tapi kita berupaya mengurangi dampaknya itu” kata Suria.

Suria menambahkan, kegiatan kaji tiru ini tentu akan diterapkan di Kalsel pada akhir tahun 2024. Pihaknya segera menyusun strategi untuk dikembangkan pada 2025 mendatang.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Dadang Iqwandy berharap jajaran BPBD Kalsel dapat Amati Tiru dan Modifikasi (ATM) dengan tujuan agar bisa memberikan pelayanan secara optimal pada masyarakat dalam hal penanggulangan bencana.

Hal itu dikarenakan masyarakat wajib diberikan informasi seperti potensi bencana yang ada di wilayahnya masing-masing.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian resiko bencana yang tertuang pada Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jatim Tahun 2023, Jawa Timur memiliki 14 jenis potensi bencana, mulai dari banjir, gempa, bahkan tsunami.

Dengan potensi bencana itu, Provinsi Jawa Timur secara data kerentanan juga memiliki penduduk yang banyak, sehingga secara hitung-hitungan matematis risiko bencana di Jawa Timur adalah tinggi.

Karena itu, sejak tahun 2019 kepala daerah terpilih menyadari untuk menurunkan risiko perlu meningkatkan kapasitas, salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk mendukung edukasi itu, BPBD Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai macam inovasi agar materi-materi penanggulangan bencana itu menarik, karena pengunjungnya mulai dari usia PAUD hingga dewasa.

“Menindaklanjuti hal itu, kami membangun berbagai macam sarana untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membuat edukasi itu menjadi lebih menarik bagi masyarakat,” katanya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper