
BANJARMASIN – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial setempat terus melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan, salah satu upaya memperkuat kapasitas taruna siaga bencana (Tagana) melalui pelatihan spesialis water rescue.
Pelatihan water rescue bagi anggota Tagana ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat di banua ini.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammadun dalam sambutan tertulis dibacakan Kabid Penanganan Bencana, H Achmadi, SSos pada pembukaan pemantapan kapasitas Tagana, spesialis water rescue, di Banjarmasin, Senin (11/11).
Menurut Madun (sapaan akrabnya), keberadaan Tagana spesialis water rescue ini sangat dibutuhkan, mengingat Kalsel dikelilingi sungai-sungai sehingga dibutuhkan tenaga yang terampil dalam pertolongan di sungai.
Keberadaan Tagana sebagai pelayanan sosial dan kemanusiaan, kata Madun, dipandang perlu untuk melakukan terobosan kegiatan untuk menambah kapasitas Tagana lebih kuat dan profesional, khsusunya pemantapan water rescue.
“Saya berharap peserta anggota Tagana yang mendapat kesempatan mengikuti pemantapan kapasitas tagana spesialis water rescue ini untuk memanfaatkan kesempatan menimba ilmu pengetahuan dan keahlian terkait pertolongan di air,” katanya.
Melalui pemantapan water rescue ini, kata Madun, diharapkan Kalsel mencetak tenaga-tenaga yang handal, profesional dan tanpa pamrih dalam memberikan pertolongan kemanusiaan di air, diwilayah Kalsel.
“Saya juga berharap melalui pemantapan kapasitas water rescue ini akan menjadikan relawan sosial dengan motivasi dan dedikasi yang tinggi serta ikhlas dalam memberikan bantuan atau pertolongan kepada masyarakat, khususnya korban bencana,” katanya.
Kabid Penanganan Bencana, H Achmadi, SSos menambahkan pemantapan spesialis water rescue ini dimaksudkan untuk menambah keterampilan dan kemampuan anggota Tagana dalam penanganan khusus di air.
Keberadaan Tagana spesialis water rescue ini, kata Madi (sapaan akrabnya), sangat dibutuhkan ketika terjadi kecelakaan lalu lintas di laut, kebakaran di pesisir, bencana alam di pesisir dan orang tenggelam di pesisir.
Dilaporkan, pemantapan kapasitas Tagana spesialis water rescue ini diikuti sebanyak 40 orang berasal dari Tagana kabupaten/kota se-Kalsel, Tagana Provinsi Kalsel dan pramuka peduli bencana di Kalsel. ani

