Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

HMI Nilai Debat Walikota/Wakil Walikota Kurang Greget

by Mata Banua
7 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\8 November 2024\5\hal 5\Para mahasiswa yang tergabung dalam HMI menjadi undangan.jpg
KETUA Umum HMI Banjarmasin, M Arief Rahimi ketika memberikan keterangan pada wartawan usai menghadiri debat kedua Paslon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin 2024, Rabu malam. (Foto:mb/via)

 

BANJARMASIN – Debat Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin 2024 dinilai tak memberikan jawaban yang memuaskan bahkan kurang greget bagi sejumlah kalangan.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Salah satu perwakilan dari akademisi Perguruan Tinggi yakni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) mengaku tak cukup puas dengan pertanyaan dan jawaban para paslon, baik itu dari debat pertama dan debat kedua yang digelar oleh KPU Banjarmasin.

Ketua Umum HMI Kota Banjarmasin, Muhammad Arief Rahim mengatakan, subtansi pertanyaan para panelis dan jawaban paslon juga tak ada yang menyinggung peran kepemudaan. Padahal ketiga paslon semuanya menggandeng pemuda sebagai tim relawan.

“Dilihat dari tiga paslon membangun tim relawan dengan pemuda tetapi ini subtansi yang lebih keras membangun dan menciptakan citra pemuda bagi kami tidak ada,”ujar Arif, usai menyaksikan debat Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, di Gedung Chandra, Rabu (6/11) malam

Selain itu baik pertanyaan maupun jawaban paslon juga tak mengena. Jawaban yang diberikan terlalu umum, sehingga subtansi untuk membangun Kota Banjarmasin kurang memberikan informasi bagi masyarakat. “Misalnya membahas soal sampah, kami semua tahu itu sampah namun mestinya dibahas bagaimana kenapa sampah itu ada dan bagaimana penanganannya yang baik,” tuturnya.

“Bagi kami para pemuda juga tak mengena bagi kami, karena debat jika tidak ada yang dikritisi. Kami menginginkan ada debat tandingan yang dilaksana oleh pemuda. Debat ini sepertinya debat pertama dengan diselenggarakan pemuda. Karena bagi kami jika debat diselenggaranan oleh penyelenggaran kami rasa terbatas. Bahkan ada soal yang dilontarkan bisa saja bocor,” katanya.

Pihaknya segera membuat dan menyusun program dan mengundang tiga paslon untuk bisa berdialog bersama para pemuda. “Pokoknya secepatnya sebelum masa kampanye habis, karena kami pemuda ingin jawaban paslon yang tegas, spontan dan pure sehingga kita juga bisa tahu siapa yang berkualitas,” katanya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper