
BANJARMASIN – Pasar modal syariah di Indonesia diklaim mengalami pertumbuhan yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Kalimantan Selatan, jumlah investor saham syariah berkembang secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Pengembangan Produk Syariah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan, Yunan Akbar saat ini pasar modal syariah jadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi.Setiap tahun, trennya juga terus meningkat dan bertumbuh positif.
“Per bulan September 2024 di Indonesia sudah sebanyak 158.499 investor atau melejit pesat dari empat tahun lalu yang hanya 85.891,” ujar Yunan saat Workshop bersama wartawan di salah satu café di Banjarmasin, Senin (4/11) sore.
Dari total tersebut, investor syariah aktif mencapai 24.236 dengan nilai transaksi Rp3,7 triliun, volume transaksi Rp10,2 miliar dan frekuensi transaksi 1.153. “Khusus di Kalimantan Selatan, jumlah investornya mencapai 1.919 dengan nilai transaksi investor syariah 50.161,” jelasnya.
Jumlah investor diyakini akan terus meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan pemahaman dan beragamnya produk yang ditawarkan.“Tak hanya berinvestasi, tapi juga juga sekaligus bisa beramal atau berdonasi untuk kebaikan umat,” tambahnya.
Kepala BEI Kalsel, Yuniar, mengatakan bahwa pasar modal syariah penting dalam memberikan alternatif dalam investasi yang sesuai dengan syariat Islam.Secara keseluruhan, saat ini jumlah investor di Kalimantan Selatan 170.638 orang yang datanya diambil dari Single Investor Identification (SID).
Pencapaian itu diakuinya tidak lepas dari upaya BEI Kalimantan Selatan dalam mengedukasi masyarakat terkait dengan pasar modal.“Sekitar 538 kegiatan literasi pasar modal yang diikuti sekitar 54.000 peserta sudah kita gelar,” jelas Yuniar.
Pihaknya optimis, semakin banyak masyarakat yang teredukasi, maka semakin tinggi juga minat mereka untuk terlibat dan melakukan investasi.Tahun ini, pertumbuhan investor meningkat 6,57 persen atau mencapai 10.548 orang yang berinvestasi di provinsi ini.rds

