
BANJARMASIN – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil sampel darah hewan ternak di lima kabupaten/kota, dalam rangka pemantauan hama penyakit hewan karantina (HPHK).
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kalsel drh Isrokal mengatakan, kegiatan itu guna mencegah penyebaran Bovine Viral Diarrhea (BVD) atau penyakit diare yang menyerang hewan ternak seperti sapi.
“Penyakit BVD disebabkan oleh Bovine Viral Diarrhea Virus (BVDV) yang termasuk dalam genus Pestivirus dari famili Flaviviridae. Penyebaran penyakit ini ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyakit yang kejadian kasusnya wajib dilaporkan oleh suatu negara kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH),” katanya, Minggu (3/11).
Ia menyebutkan, pengambilan sampel darah dilakukan di kandang ternak yang tersebar di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
“Pemantauan HPHK bertujuan untuk mengetahui informasi sebaran penyakit BVD di wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Isrokal mengungkapkan, sepanjang tahun 2024, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 467 sampel dari seluruh wilayah yang menjadi target pemantauan tahun ini.
Sampel ini, jelasnya, nantinya dilakukan pengujian di Laboratorium Karantina Kalsel dengan metode Elisa. Apabila hasilnya ada yang seropositif, maka akan di uji lebih lanjut di Laboratorium Balai Veteriner Banjarbaru dengan metode PCR.
Ia menambahkan, pemantauan HPHK ini dilakukan dengan bersinergi bersama instansi terkait lainnya, seperti Balai Veteriner Banjarbaru dan SKPD tingkat provinsi/kabupaten/kota setempat yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.
“Melalui pemantauan HPHK ini, kami harap dapat menghasilkan suatu peta sebaran penyakit hewan di Provinsi Kalimantan Selatan, guna pengambilan kebijakan dalam penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. ant

