Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kalsel Waspadai Risiko Penularan Infeksi Emerging Lintas Negara

by Mata Banua
31 Oktober 2024
in Banjarmasin, Indonesiana
0

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan membekali sumber daya manusia Dinkes tingkat kota/kabupaten melalui rapat koordinasi dan advokasi guna mengantisipasi risiko penularan infeksi emerging (emerging disease) lintas negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani di Banjarmasin, Rabu, mengatakan penularan infeksi emerging berpotensi menimbulkan epidemi bahkan pandemi dalam waktu relatif singkat.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Nurul mengungkapkan keluar dan masuk penyakit infeksi emerging lebih cepat menular dibandingkan dengan masa inkubasi penyakit sehingga sangat mungkin gejala klinis penyakit belum terdeteksi, namun penyakit sudah berpindah ke negara lain.

“Langkah koordinasi dan advokasi seperti ini menjadi kunci menjaga kesehatan masyarakat secara luas,” katanya.

Saat ini, Nurul menuturkan penyakit infeksi emerging menjadi ancaman penting bagi keamanan kesehatan global, karena dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) yang menyebabkan kematian banyak orang sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar.

Dia menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang mempercepat kemunculan penyakit baru, karena agen infeksi berkembang menjadi bentuk ekologis baru yang dapat menjangkau dan beradaptasi dengan inang baru sehingga dapat menyebar lebih mudah.

Dikatakan, faktor tersebut termasuk urbanisasi dan penghancuran habitat asli yang menyebabkan hewan dan manusia hidup berjarak dekat, perubahan iklim dan perubahan ekosistem, perubahan populasi inang reservoir atau vektor serangga perantara, dan mutasi genetik mikroba.

Akibatnya, diungkapkan Nurul, dampak dari penyakit baru sulit untuk diprediksi namun penularan berpindah secara signifikan, karena manusia mungkin hanya memiliki sedikit kekebalan terhadap penyakit ini atau tidak sama sekali.

Guna mengantisipasi itu, Nurul menyampaikan perlu kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini mendeteksi penyakit infeksi emerging melalui penilaian risiko yang dilakukan secara kualitatif berupa pemetaan risiko penyakit infeksi emerging yang telah selesai dilakukan di Provinsi Kalsel. an/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper