Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kenaikan Harga Pangan Dinilai Masih Wajar

by Mata Banua
29 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\30 Oktober 2024\7\7\Halman ekonomi (30   Oktober   )\master 7.jpg
HARGA WORTEL ANJLOK – Petani wortel di Banjarnegara terpaksa memanen wortel untuk pakan ternak karena rendahnya harga jual di tingkat petani saat panen bersamaan yaitu hanya Rp300 per kilogram sehingga tidak sepadan dengan biaya panen dan ongkos angkutan. (foto:mb/ant)

 

JAKARTA – Sejumlah bahan pangan tercatat me­ngalami kenaikan harga, mulai dari ba­wang merah, telur, hingga minyak goreng. Na­mun, kenaikan yang terjadi dinilai masih da­lam kondisi yang wajar.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Badan Pangan Nasional (Ba­pa­nas) mencatat harga bawang me­rah mencapai Rp 30.839 per kg, daging ayam ras Rp36.983/kg, telur ayam ras Rp28.789/kg, dan minyak goreng curah Rp16.641 per liter.

Deputi Bidang Kerawanan Pa­ng­an dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo menilai, tren kenaikan har­ga tersebut secara umum ma­sih berada di bawah HargaAcuan Pen­jualan yang ditetapkan pe­me­rin­tah.

“Kenaikan harga sejumlah ba­han pangan di beberapa daerah ter­sebut masih terbilang wajar, dan memang diperlukan untuk men­dukung semangat petani dan peternak untuk berproduksi, me­ng­ingat kenaikan harga tersebut ma­sih berada di bawah Harga Pem­be­lian Pemerintah (HPP) dan Ha­rga Acuan Pembelian/Pen­ju­alan (HAP),” ujar Nyoto dalam ke­te­rangannya, Selasa.

“Jadi yang kita inginkan ter­ja­dinya keseimbangan harga, bah­wa harga beberapa komoditas pa­ng­an yang anjlok dapat selaras de­ngan harga acuan yang di­te­tap­kan pemerintah melalui Pe­ra­tur­an Badan Pangan Nasional,” im­buhnya.

Menurut Nyoto dengan men­do­rong harga pangan mencapai har­ga yang wajar maka otomatis ju­ga akan mendukung para pel­a­ku usaha pangan meningkatkan pro­duksi.

Keseimbangan harga di ti­ng­kat produsen dan konsumen ter­cermin dalam keseimbangan in­fla­si yang ditargetkan oleh pe­me­rintah berada di angka 2,5 per­sen plus minus 1. Artinya kisaran in­flasi berada di rentang 1,5 per­sen hingga 3,5 persen. Saat ini me­nu­rut catatan BPS Inflasi pada Sep­tember 2024 terjaga di angka 1,84 persen (year on year).

Lebih lanjut, sebagai langkah me­n­jaga stabilitas harga tadi, Ba­pa­nas turut menggelar Gerakan Pengan Murah (GPM) di mas­ya­rakat. Serta memberikan akses Fa­si­ltasi Distribusi Panga (FDP), ba­ik oleh Bapanas maupun pem­da.

“Tercatat pada bulan Oktober 2024, NFA menargetkan GPM di 541 titik di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Adapun dari Ja­nuari hingga Oktober 2024, telah dilaksanakan GPM se­ban­yak 7.719 kali baik di tingkat pu­sat (178 kali), provinsi (1.228 ka­li), maupun kabupaten/kota (6.313 kali),” beber dia. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper