Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

REI Minta Perbaiki Rantai Pasok

by Mata Banua
28 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Persatuan Realestat Indonesia (REI) meminta Kementerian Perumahan dan Ka­wasan Permukimn (PKP) untuk mem­per­ba­i­ki rantai pasok untuk bisa mengentaskan back­log yang masih mencapai 12,7 juta unit.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menuturkan dalam dua tahun kepemimpinan Pre­si­den ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) angka backlog itu han­ya mampu ditekan sebesar 10%. Hal itu terjadi lantaran tak adanya ke­menterian yang fokus me­na­ng­ani masalah perumahan.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Dengan demikian, kehadiran Ke­menterian Perumahan dan Ka­was­an Permukiman diharapkan da­pat memperbaik kekurangan da­ri cara-cara yang dilakukan se­be­lumnya. “Kita harus sadar ada ang­ka backlog (kekurangan pa­sok­an rumah) sebesar 12,7 juta unit yang dalam satu dekade han­ya turun di bawah 10% saja. Ja­di, cara tata kelolanya jelas harus di­u­­bah,” jelas Joko dalam ke­te­ra­ngannya.

Atas dasar hal itu, REI men­ye­but pemerintah saat ini perlu ter­lebih dahulu menyiapkan eko­sis­tem pasokan (supply) dan per­min­taan (demand) perumahan agar bisa berjalan lebih cepat, leih te­rukur, dan lebih akomodatif.

Lebih lanjut, diharapkan eko­sis­tem perizinan yang selama ini ma­sih tersebar di beberapa ke­me­n­terian/instansi pemerintah ju­ga dapat segera direlaksasi, di­sim­plifikasi dan diharmonisasi.

“Perlu ada kesamaan dalam mem­baca data dan fakta. Karena selama ini untuk mengurus pe­ri­zinan Amdal saja bisa lebih dari enam bulan, sehingga kalau pa­ra­lel seluruh perizinan selesainya pa­ling cepat setahun. Kami sudah se­ring memitigasi problem men­da­sar terkait perizinan, dan ini ha­rus dituntaskan dulu,” ujar Joko. Untuk diketahui, Pre­si­den Prabowo Subianto menunjuk Ma­ruarar Sirait sebagai Menteri Pe­rumahan dan Fahri Hamzah se­ba­gai Wakil Menteri Perumahan.

Dalam laporan terbarunya, Ara menargetkan bakal mulai me­la­kukan groundbreaking proyek tiga juta rumah pada 100 hari di­ri­nya bekerja menjadi Menteri. Ada­pun, pelaksanaan tersebut ba­kal dipercepat salah satunya le­wat peninjauan secara berkala se­jum­lah proyek yang selama ini te­lah dibangun oleh Direktorat Jen­deral (Ditjen) Perumahan.

“Saya akan melaksanakan pe­nin­jauan proyek yang telah di­ba­ngun selama ini oleh Direktorat Jen­deral Perumahan. Target kami da­lam 100 hari pertama ini udah bi­sa mulai dilakukan ground­brea­king pembangunan perumahan un­tuk rakyat,” kata Maruarar.

Di samping itu, tambah Ara, un­tuk mewujudkan hal tersebut di­rinya mengaku bakal terus me­ng­kampanyekan semangat go­tong royong membangun rumah un­tuk rakyat dalam program pem­bangunan 3 juta unit rumah. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper