Mata Banua Online
Rabu, April 29, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mitigasi Bencana 2024 Lebih Optimal Tekan Karhutla

by Mata Banua
24 Oktober 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\Oktober 2024\25 Oktober 2024\2\2\New Folder\3.jpg
Tim Tenaga Kebencanaan (TKB) BPBD Kalsel memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lahan gambut di Liang Anggang, Kota Banjarbaru. (foto:mb/ist)

 

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan mitigasi bencana periode 2024 di provinsi ini lebih optimal dalam menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibanding dengan periode 2023.

Berita Lainnya

Anggota Komisi III DPR RI Kunker ke Polres Tala

Anggota Komisi III DPR RI Kunker ke Polres Tala

28 April 2026
Alpiya Rakhman Gaungkan Semangat Persatuan

Alpiya Rakhman Gaungkan Semangat Persatuan

28 April 2026

“Alhamdulillah manajemen penanganan bencana tahun ini lebih baik dan tahun 2023 memang kejadian karhutla cukup signifikan melahap puluhan ribu hektare lahan dan tahun ini luasan yang telah ditangani petugas hanya sekitar 650 hektare,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Rabu.

Dia menjelaskan, data yang menunjukkan perbedaan sangat signifikan itu merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak karena bercermin pada kejadian tahun lalu sehingga tahun ini mampu menekan karhutla dengan mitigasi lebih dini.

“Kemudian pada Juli lalu, kami melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di langit Kalsel lebih dini sebelum cuaca ekstrem, langkah ini cukup membantu pembasahan hutan dan lahan yang berpotensi terbakar saat kemarau,” katanya.

Kemudian, kata Bambang, pihaknya mengusulkan lebih awal bantuan empat unit helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pusat merespons dengan cepat dan segera mengirimkan bantuan helikopter.

Bambang menjelaskan dua langkah mitigasi dini ini merupakan hasil rakor penanggulangan karhutla mengevaluasi kejadian 2023 dan terbukti mampu mencegah karhutla tahun ini karena tidak menyebar lebih banyak dengan mitigasi disiapkan secara matang sebelum puncak musim kemarau pada September-Oktober sesuai prediksi BMKG.

Dia mengatakan pula respons cepat BNPB ini mampu mengendalikan karhutla di Kalsel, karena 40 persen lebih lahan gambut yang terbakar berada di titik yang sulit dijangkau oleh satgas darat BPBD.

“Hal ini membuktikan peran helikopter water boombing (WB) cukup ampuh membasahi lahan yang berada di luar jangkauan petugas darat BPBD provinsi dan kabupaten/kota. Sementara itu, BPBD Kalsel menetapkan status siaga karhutla sejak 21 Agustus hingga 31 Oktober 2024,” tutur Bambang.

Sebagai data perbandingan, kejadian karhutla di Kalsel pada 2023 yang melahap puluhan ribu hektare lahan, telah berdampak luas terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Dinkes Kalsel saat itu, tercatat lebih dari 200 ribu warga terkena infeksi saluran pernapasan akibat kabut asap.

Bahkan, kejadian karhutla di Kalsel pada 2023 mendapatkan sorotan dari pemerintah pusat, karena penerbangan pesawat di Bandara Syamsudin Noor terganggu, aktivitas beberapa sekolah yang terdampak kabut asap juga terganggu, penutupan akses jalan raya di beberapa titik dan masih banyak dampak lainnya.

“Secara umum para pemangku kepentingan di Kalsel mampu memetakan dengan baik dan melakukan langkah pencegahan lebih dini sehingga kejadian karhutla tahun ini lebih terkendali,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Goeroeh Tjiptanto mengatakan prakiraan cuaca di Kalsel periode November terjadi hujan secara menyeluruh, curah hujan dengan intensitas menengah terjadi hampir di seluruh wilayah Kalsel.

Sedangkan curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Barito Kuala (Batola), Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala). an/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper