Mata Banua Online
Sabtu, April 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sadari Sebelum Terlambat, Ini Ciri-ciri Speech Delay pada Anak

by Mata Banua
23 Oktober 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Oktober 2024\24 Oktober 2024\11\Halaman 1-11 Kamis\sadari.jpg
(foto:mb/web)

 

Anak-anak berkembang dengan kecepatan mereka sendiri. Namun, beberapa anak rentan mengalami keterlambatan bicara alias speech delay.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Orang tua perlu mengenali ciri-ciri speech delay pada anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Speech delay membuat anak kesulitan untuk membentuk suara dan mengeluarkan kata-kata yang benar. Mereka sulit merangkum satu kalimat atau bahkan melafalkannya.

Speech delay juga bisa menjadi faktor keterlambatan bahasa. Hal ini melibatkan pemahaman dan komunikasi, baik secara verbal maupun non-verbal.

Mengutip Healthline, anak dengan keterlambatan bahasa tak bisa membentuk frasa atau kalimat yang masuk akal.

Dokter spesialis anak Fitri Hartanto menekankan pentingnya orang tua untuk mendeteksi dini speech delay pada si kecil. Berikut beberapa ciri-ciri speech delay pada anak yang perlu diperhatikan.

1. Tidak mengoceh (usia 0-9 bulan)

Pada usia ini, bayi seharusnya sudah bisa mengoceh. Ocehan bisa berupa tertawa atau celetukan-celetukan lainnya.

Secara bertahap bayi mulai memberikan reaksi suara dan memahami kata-kata dasar. Mereka akan melibatkan gerakan tangan dan peraba lainnya jika Anda mengajarinya dengan baik.

Latih terus bayi hingga menunjukkan tanda di atas tadi.

2. Tidak memasuki tahap ‘kata berulang’ ( usia 9-12 bulan)

Mulai kenalkan kosa kata sederhana pada anak. Contohnya kata ‘mama’ atau ‘papa’.

Dengan sering dilatih, anak akan mampu mengucapkan kata tersebut secara berulang-ulang meski belum memahami maknanya.

3. Tidak bisa menambah kosakata (usia 12-18 bulan)

Momen ini biasa disebut sebagai momen ‘true speech’. Yakni keadaan di mana anak mulai menambahkan kosakata ringan dan merangkai kata-kata yang perlahan mereka pahami.

4. Tidak bisa memahami perintah dan pertanyaan sederhana (usia > 18 bulan)

Dalam usia ini, seorang anak harus mampu memahami pertanyaan dan perintah sederhana. Misalnya saja kata ‘jangan’ yang memerintahkan si kecil untuk tidak melakukan suatu hal.

Mereka harus secara langsung mempelajari kata-kata baru dan mulai menggunakan beberapa kombinasi kata.

5. Tidak bisa mengartikulasikan konsonan (usia 6-8 tahun)

Pada usia ini, anak harus mengalami perkembangan penuh dalam aspek berbicara. Biasanya, mereka akan memasuki masa peningkatan artikulasi konsonan kata yang telah diketahui.

Misalnya, anak sudah bisa memperkenalkan namanya, menyebutkan nama benda, sifat, dan kata kerja dalam kalimat panjang.web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper