Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Legenda Timnas dan Persebaya Rudy Keltjes Tutup Usia

by Mata Banua
23 Oktober 2024
in Olahraga
0
D:\2024\Oktober 2024\24 Oktober 2024\9\Olahraga Kamis\legenda.jpg
Rudy Wiliam Keltjes.(foto:mb/ist)

Jakarta – Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya Rudy Wiliam Keltjes meninggal dunia pada Rabu (23/10) siang di Surabaya.

Informasi meninggalnya Rudy dikabarkan mantan pemain Timnas Indonesia, Rully Nere. Rudy disebut menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.30 WIB.

Berita Lainnya

Manchester City Menyalip Arsenal di Puncak Klasemen

Manchester City Menyalip Arsenal di Puncak Klasemen

23 April 2026
Lamine Yamal antar Barca Taklukkan Celta Vigo

Lamine Yamal antar Barca Taklukkan Celta Vigo

23 April 2026

“Saya baru saja dapat informasi sahabat kita Rudy William Keltjes meninggal dunia di Surabaya. Untuk penyebabnya saya belum bisa pastikan,” kata Rully kepada CNNIndonesia.com.

Kepastian Rudy Keltjes meninggal juga diungkap klub Persikab Bandung, tempat di mana Rudy pernah menjadi Direktur Teknis.

“Turut berbelasungkawa atas meninggalnya Sang Legenda Indonesia. Ruddy William Keltjes. Dedikasi dan inspirasimu di sepak bola tanah air akan selalu kami kenang,” tulis Persikab melalui Instagram.

Rudy merupakan bek dan gelandang kondang pada era 1970 hingga 1980-an. Pria kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 12 Februari 1952, ini membawa Persebaya juara Perserikatan pada 1977.

Tidak hanya membawa Persebaya juara. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Perserikatan 1977. Pada laga final Rudy mencetak gol kemenangan Persebaya atas Persija di GBK.

Sukses ini membuatnya dipanggil PSSI memperkuat Timnas Indonesia. Beberapa ajang internasional yang diikuti Rudy bersama Timnas antara lain SEA Games 1979 dan 1983.

Setelah juara bersama Persebaya, Rudy membawa Niac Mitra juara Galatama musim 1980-1982 dan 1982-1983. Ia juga mengantar Niac Mitra Juara Aga Khan 1979 di Bangladesh.

Pada akhir 1980, Rudy mulai menapaki karier sebagai pelatih. Awalnya menjadi asisten Muhamad Basri di Niac Mitra. Karier awal kepelatihannya ini langsung berbuah juara pada musim 1987-1988.

Setelah itu Rudy sempat menangani tim-tim besar Indonesia seperti Persebaya, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar. Ia juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22 pada 2014. web

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper