Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gen Z Pesimis Mampu Beli Rumah

by Mata Banua
23 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Survei terbaru dari Inventure ber­ta­juk Indonesia Industry Outlook 2025 me­nun­juk­kan bahwa 2 dari 3 kelas menengah dari ge­­ne­rasi Z alias Gen Z pesimistis bisa membeli ru­­mah untuk tiga tahun ke depan.

Founding Chairman In­do­ne­sia Industry Outlook Yuswohady men­jelaskan, survei menanyakan ke­pa­da kelas menengah Gen Z: de­ng­an tingkat pendapatan saat ini, apakah yakin dalam tiga tahun ke depan bisa membeli (menyicill/tu­nai) rumah pertama? Hasilnya, 65% merasa tidak yakin dan 35% merasa merasa yakin.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“2 dari 3 Gen Z itu pesimis pun­ya rumah,” jelas Yuswohady da­lam acara Indonesia Industry Out­look 2025 Conference di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta Pu­sat, Rabu.

Kepada 65% Gen Z yang pe­si­mis, kembali ditanyakan: apa alas­an Anda tidak mampu mem­be­­li (menyicil/tunai) rumah per­ta­ma dalam tiga tahun ke depan? Hasilnya, tiga alasan terbesar yai­tu harga rumah semakin tinggi (80%), pendapatan teralu kecil (45%), dan pekerjaan yang tidak te­tap (34%).

Secara khusus, Yuswohady men­yoroti alasan yang ketiga. Ke­tika ditanya, sambungnya, Gen Z lebih memilih bekerja se­ba­­gai content creator/drop­ship­per/reseller/entrepreneur daripada ker­ja di kantor atau pabrik.

“Mereka lebih memilih pe­kerjaan yang sifatnya gig worker ka­rena fleksibel waktu dan segala ma­cam. Bagus ya, tapi jeleknya ada­lah pendapatan tidak tetap, ja­di rentan,” ujarnya.

Lebih lanjut, survei juga me­ne­mukan bahwa mayoritas Gen Z merasa mampu membeli rumah se­cara kredit dengan tenor cicilan ber­durasi 15-20 tahun (54%).

Sementara itu, ada 36% Gen Z yang merasa mampu membeli ru­mah dengan tenor 20-30 tahun dan hanya 10% dengan tenor di ba­wah 15 tahun. Lalu, Gen Z ju­ga merasa skema kepemilikan ru­mah yang paling m­e­mu­ng­kin­kan adalah sewa dengan opsi beli (38%) dan wa/kontrak (34%).

Sementara itu, yang merasa mam­pu memiliki rumah dengan ske­ma KPR bank hanya 14%, ba­ngun sendiri bertahan hanya 8%, dan pindah ke daerah yang le­bih murah harga propertinya hanya 6%.

Sebagai informasi, riset ini di­lakukan terhadap 450 res­pon­den yang terdiri dari kelas me­ne­ngah generasi Milenial dan Gen Z dengan metode wa­wan­cara tatap muka pada September 2024. Survei dilakukan di lima ko­ta besar yaitu Jabodetabek, Se­ma­rang, Surabaya, Medan, dan Ma­kassar. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper