Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Buruh Siap Demo Kenaikan UMP

by Mata Banua
22 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\21 Oktober 2024\7\7\master 7.jpg
PEKERJA BURUH – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan demo menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 hingga 10 persen pada Kamis, 24 Oktober 2024 di depan istana serta juga minta cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pekerja buruh berharap, Pemerintah bisa menyesuaikan upah seiring dengan inflasi yang ada.(foto mb/web)

 

asi Serikat Pe­ker­ja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Par­tai Buruh, Said Iqbal mengungkapkan lebih 3.000 buruh se Jabodetabek akan melakukan ak­si pada Kamis, 24 Oktober 2024 di depan is­tana.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Aksi dilakukan dengan 2 tun­tutan, pertama naikan upah mi­nimum 2025 sebesr 8 hingga 10 persen tanpa PP No 1 tahun 2023 Kemudian, cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja setidaknya klas­ter ketenagakerjaan dan per­lin­dungan petani,” kata Said da­lam konferensi pers, Selasa.

Said menjelaskan, aksi akan di­mulai sekitar pukul 10.00 pagi, de­ngan titik kumpul Patung Kuda In­do­sat dan di depanBalai Kota Kan­tor Gubernur Jakarta. Terkait su­rat pemberitahuan aksi, Said men­yebut sudah disampaikan ke Pol­da Metro Jaya dan Mabes Polri.

Said menambahkan, kegiatan ak­si akan dilanjutkan hingga 31 Ok­to­ber 2024 secara ber­ge­lom­bang di 300 kabupaten kota dan 38 provinsi dengan total aksi mas­sa diperkirakan sekitar r­a­tus­an ribu buruh.

Said menyebutkan jika tun­tut­an tersebut tidak direspn oleh Men­teri Tenaga Kerja dan Pe­me­rintahan baru, maka akan di­la­kukan mogok nasional secara kon­stitusional dengan melakukan stop produksi.

“5 juta buruh stop produksi di 15 ribu pabrik di seluruh wi­layah Indonesia dengan me­ng­gu­nakan dasar hukum UU No 9 Tahun 1999 tentang men­yam­pai­kan pendapat di tempat umum dan UU No 21 Tahun 2000 ten­ta­ng fungsi serikat buruh me­ng­or­ganisir pemogokan,” jelas Said.

Aksi demonstrasi hingga mo­gok nasional ini diorganisir oleh se­­rikatburuh. Said menyebut, Par­tai Buruh dalam hal ini secara po­litik sikapnya mendukung per­ju­angan kaum buruh terhadap 2 is­u tersebut.

“Karena partai buruh di­ini­sa­tor oleh serikat. Kami berharap pe­merintahan yang baru khu­sus­nya, Presiden Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan, me­ng­abul­kan tuntutan daripada buruh. Pi­dato terakhir beliau men­yi­rat­kan rasa keadilan, kesejahteraan dan keberpihakan pada rakyat ya­ng lemah,” pungkasnya.

Kelompok buruh dari ber­ba­gai sektor industri di Indonesi akan menggelar mogok kerja na­si­onal pada November 2024. Ak­si buruh ini dilakukan untuk me­nu­ntut kenaikan upah minimum dan pencabutan Undang-Undang Cip­ta Kerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pe­kerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan bahwa re­n­ca­na mogok nasional ini telah di­se­pakati oleh sejumlah kon­fe­de­rasi serikat buruh, termasuk 60 se­rikat pekerja di tingkat na­si­o­nal. Diperkirakan, aksi ini akan me­libatkan sekitar 5 juta buruh.

“Mogok nasional akan di­laks­anakan pada 11-12 No­vem­ber atau 25-26 November 2024, de­ngan melibatkan lebih dari 15.000 pabrik di seluruh In­do­nesia. Selama periode tersebut, pab­rik-pabrik akan berhenti ber­pro­duksi,” ujar Said Iqbal dalam ke­te­rangannya.

Said Iqbal menjelaskan bah­wa sektor-sektor yang akan ikut ser­ta dalam mogok kerja nasional me­liputi industri transportasi, se­men, pariwisata, rokok, ma­kan­an, minuman, serta pekerja pelabuan di berbagai wilayah, ter­masuk Tanjung Priok, Tanjung Pe­rak, Tanjung Emas, dan se­jum­lah pelabuhan lain di In­do­ne­sia. Buruh pelabuhan dari Me­dan hingga pekerja angkutan di TKBM juga akan berpartisipasi. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper