
BANJARMASIN – Kawasan di Kelurahan Kelayan dan Basirih menjadi sasaran yang akan mendapatkan bantuan rumah tak layak huni (Rutilahu) di Banjarmasin tahun ini. Bantuan Rutilahu ini dari Kementerian Direktorat Jenderal Penyediaan, Prasarana Perumahan (Dirjen P2P).
Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Disperkim) Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengungkapkan tercatat ada 460 Rutilahu yang mendapatan bantuan langsung dari pemerintah pusat atau dengan menggunakan dana APBN.
“Tahun ini Banjarmasin mendapatkan bantuan paling banyak di antara kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel),” katanya.
Ia menjelaskan, awalnya Kota Banjarmasin hanya mendapatkan bantuan dana 50 Rutilahu, lalu ada tambahan 235 unit dan terakhir ada 175. “Jadi totalnya bakal ada 460 Rutilahu yang ditangani. Satu unit rumahnya mendapat Rp 20 juta. Atau diperlukan anggaran sekitar Rp 9,2 miliar untuk 460 Rutilahu yang ditangani,” ungkapnya, Kamis (17/10).
Bantuan rutilahu ini diseleksi oleh pemerintah pusat. Di antaranya pemohon memohon langsung melalui sistem dengan memasukkan data di Aplikasi Kayuh Baimbai sesuai by name by address (sesuai nama dan alamat). Dilengkapi dengan foto, proposal dan bukti pendukung lainnya.
“Dari data itu, hasil verifikasinya nanti keluar apakah memenuhi syarat atau tidak untuk dibantu penanganan Rutilahu,” kata Chandra.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya tengah memasuki tahap verifikasi. “Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa ditangani, soalnya tidak lama sekitar 1 bulan saja penanganannya,” katanya.
Adapun kawasan untuk Rutilahu ini di kawasan Kelurahan Kelayan dan Basirih dimana pada 2023 lalu ada 310 Rutilahu yang ditangani. “Kalau total data di Banjarmasin ada 5.200 unit Rutilahu yang perlu ditangani,” tutupnya. via

