Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produk Wajib Standar di Indonesia Lebih Sedikit

by Mata Banua
16 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\17 Oktober 2024\7\Halman ekonomi (17  Oktober   )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Kementerian Pe­rin­dustrian (Kemenperin) men­ca­tat penerapan ajib Standar Na­si­onal Indonesia (SNI) di Tanah Air paling sedikit dibandingkan de­ngan negara lain di Asia Te­ng­gara. Bahkan, jumlahnya di­per­kirakan hanya tak lebih dari 4 persen.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi mengatakan, saat ini jum­lah SNI yang berkaitan de­ng­an sektor manufaktur tercatat se­banyak 5.000 SNI. Sementara, Ba­dan Standardisasi Nasional (BSN) melayani sertifikasi stan­dar atas 12000-15.000 SNI.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Dari 12.000 atau 15.000 itu yang terkait langsung dengan stan­dardisasi produk manufaktur m­u­ngkin hanya sekitar 5.000 atau mungkin sepertiganya dari stan­dar nasional yang ada,” kata Andi dalam Sosialisasi Pe­ra­tur­an Menteri Perindustrian Pem­ber­la­kuan Standardisasi Secara Wa­jib, di Jakarta, Rabu.

Rincianny, ada 5.365 SNI di bidang industri dengan se­bar­an 43 persen di sektor metode uji, istilah definisi, dan ukuran. 36 persen di sektor produk atau ba­rang jadi. Serta, 21 persen la­in­nya di sektor bahan baku.

Dia melihat kondisi lain, yak­ni soal kebijakan wajib stan­dar nasional pada produk-pro­duk manufaktur Indonesia. Ter­ca­tat, hanya ada 130 SNI yang wa­jib dilaksanakan oleh pelaku in­dustri.

“Ternyata Indonesia ini di­ban­­dingkan negara-negara ASEAN paling sedikit mem­ber­lakukan SNI wajib. Jadi dari 5.000 itu mungkin hanya se­kitar, kalau 500 10 persen ya, ini gak nyampe 10 persen, mu­ng­kin hanya 4 atau 3 persen, yai­tu hanya 130 SNI yang di­wa­jibkan,” bebernya.

Bahkan, Indonesia menjadi ne­gara yang paling sedikit me­wa­jibkan produk manufaktur me­ngantongi standar di­ban­di­ng­kan negar lain. “Sementara ne­gara tetangga yang lain, Viet­nam, Thailand, Malaysia apalagi Chi­na itu jumlah standar yang su­dah diwajibkannya itu lebih ban­yak lagi,” ungkap Andi.

Sebelumnya, Menteri Pe­rin­dus­trian Agus Gumiwang Kar­tas­mita mengeluarkan regulasi ba­ru terkait pengenaan Standar Na­sional Indonesia (SNI) wajib bagi 16 produk industri, dengan tu­juan untuk memberikan j­a­min­an kualitas pada masyarakat.

Menperin Agus mengatakan be­leid yang tertuang dalam ske­ma Peraturan Menteri Pe­rin­dus­trian (Permenperin) itu mengatur pro­ses penilaian kesesuaian ya­ng mencakup audit dan pe­ng­u­ji­an ada produk-produk yang me­miliki dampak besar terhadap ke­selamatan, keamanan, ke­se­hat­an dan lingkungan.

“Hal ini merupakan in­str­u­men penting dalam memastikan bah­wa produk-produk yang di­ha­silkan oleh industri akan me­menuhi standar yang di­te­tap­kan,” ujar Menteri Agus dikutip da­ri Antara.

Dirinya mengatakan untuk men­dukung implementasi 16 pe­ra­turan tersebut pihaknya telah me­nunjuk Lembaga Penilaian Ke­sesuaian (LPK) yang terdiri da­ri 20 Lembaga Sertifikasi Pro­d­uk (LSPro) dan 28 la­bo­ra­to­­rium penguji yang siap m­e­la­ku­kan sertifikasi dan pengujian produk. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper