Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Minta ASN Serap Cabai Petani

by Mata Banua
16 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\17 Oktober 2024\7\Halman ekonomi (17  Oktober   )\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
BANTU PETANI – Pemerintah mendorong aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan kementerian/lembaga untuk menyerap cabai petani imbas adanya depresiasi harga.(foto:mb/ant)

 

JAKARTA – Badan Pangan Na­si­onal (Bapanas) mendorong apa­ra­tur sipil negara atau ASN di li­ng­kungan kementerian/lembaga un­tuk menyerap cabai petani im­bas adanya depresiasi harga.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan, an­jlok­nya harga cabai di tingkat pe­tani terjadi lantaran adanya panen ra­ya serentak sehingga terjadi ke­le­bihan pasokan. “Kita akan do­rong kepada kementerian lembaga agar para ASN-nya bantu serap de­ngan berbelanja cabai langsung da­ri produsen,” kata Arief dalam ke­terangannya.

Sejalan dengan imbauan ter­se­but, Bapanas telah menerbitkan su­rat Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas No­mor: 659/TS.02.01/B/10/2024 tanggal 8 Oktober 2024.

Surat yang ditujukan kepada se­luruh kepala daerah di In­do­ne­sia itu menjadi salah satu solusi ja­ngka pendek untuk mengatasi me­limpahnya pasokan cabai se­ka­ligus stabilisasi harga cabai.

Selain itu, Arief mengungkap bah­wa pihaknya telah men­yi­ap­kan skema mobiisasi pangan ke dae­rah-daerah dengan harga cabai ya­ng tinggi, melalui program Fa­si­litasi Distribusi Pangan (FDP).

“Ini ditujukan agar stok pa­ng­an yang melimpah di daerah sen­tra produsen dapat dialihkan ke daerah yang mengalami defisit stok atau harga sedang me­ni­ng­gi,” tutur Arief.

Berdasarkan data Bapanas, rea­lisasi FDP khusus cabai men­ca­pai 36.840 kilogram hingga mi­nggu pertama Oktober 2024. To­tal 36.840 kilogram cabai ini ter­diri dari cabai merah keriting 31.686 kilogram dan cabai rawit me­rah 5.154 kilogram.

Pelaksanaan FGD cabai ini pun telah dipastikan melalui war­kat Direktur SPHP Bapanas No­mor: 1036/TS.02.01/B.2/10/2024 tertanggal 8 Oktober 2024. Su­rat ini ditujukan kepada Ketua Aso­siasi Agribisnis Cabai In­do­ne­sia (AACI) dan Ketua Aso­si­a­si Champion Cabai Indonesia ACCI).

Sebagai informasi, upaya-upa­ya tersebut merupakan res­pons pemerintah terhadap ke­luh­an petani cabai. AACI beberapa waktu lalu mengungkap, harga ca­bai merah besar anjlok bahkan sem­pat menyentuh Rp3.500 per ki­logram hingga Rp4.000 per ki­logram lantaran adanya panen raya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper