Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dokter: Susu Pertumbuhan Atasi 3 Masalah Malnutrisi di Indonesia

by Mata Banua
16 Oktober 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Oktober 2024\17 Oktober 2024\11\Halaman 1-11 Kamis\dokter.jpg
(foto:mb/web)

 

Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Baik kekurangan gizi, kelebihan gizi, maupun kekurangan mikronutrien sering kali dialami oleh berbagai kelompok usia, terutama anak-anak. Namun, tahukah Anda bahwa susu pertumbuhan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Dokter spesialis anak dr Dian Sulistya Ekaputri menyebutkan kandungan gizi yang terdapat pada susu pertumbuhan dapat mengatasi tiga masalah malnutrisi di Indonesia, yakni kekurangan gizi, gizi berlebih, dan kekurangan mikronutrien. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (11/10), kemarin.

Dian menyebutkan bahwa kekurangan gizi sering kali terlihat pada anak-anak dengan stunting (pertumbuhan terhambat) atau wasting (berat badan sangat rendah). Selain masalah fisik, katanya, anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dapat menghadapi risiko perkembangan mental yang terhambat, serta masalah kesehatan yang serius.

“Sementara gizi berlebih akibat dari konsumsi makanan tinggi kalori tetapi rendah gizi ini sering mengarah pada obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Hal ini tidak terlepas dari perubahan gaya hidup dan pola makan yang lebih terfokus pada makanan cepat saji dan rendah nutrisi,” kata dia.

Di sisi lain, kekurangan mikronutrien, seperti vitamin, zat besi, dan yodium, sering kali tersembunyi dan sulit dikenali, namun dampaknya bisa sangat besar, seperti anemia akibat kekurangan zat besi, atau gangguan penglihatan dan sistem kekebalan akibat kekurangan vitamin A. Oleh karena itu, dia menilai perlunya sumber asupan yang dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan nutrisi tersebut, salah satunya adalah susu, yang memiliki sejumlah manfaat.

Dia mencontohkan, susu formula dan pertumbuhan yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang secara optimal seperti zat besi dan vitamin C. “Susu pertumbuhan ada juga yang dilengkapi dengan IronC, yaitu kombinasi unik zat besi dan vitamin C, yang dapat mendukung penyerapan zat besi hingga 2 kali lipat,” kata Dian.

Selain itu, manfaat susu formula juga dapat mendukung perkembangan intelegensi yang dibutuhkan di masa pertumbuhan seperti kemampuan belajar, kreativitas, hingga kemampuan dalam memecahkan masalah. “Nutrisi yang terkandung dalam susu formula dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk kemampuan belajar, kreativitas, dan pemecahan masalah,” ucap dr Dian Sulistya Ekaputri. rep

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper