
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berencana seluruh kepala SKPD dan BUMD ke Malang, Jawa Timur pada 17-18 Oktober 2024 mendatang.
Keberangkatan para pejabat ini untuk mengikuti bimbingan teknis dan Forum Group Discussion (FGD) anti korupsi. Rencana ini tentunya seperti bertentangan dengan Instruksi Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang memerintahkan pembatasan pengeluaran anggaran untuk penghematan di akhir tahun kepada seluruh SKPD. Pembatasan penggunaan anggaran ini tertuang dalam Instruksi Wali Kota Banjarmasin Nomor : 900.1.3/2258-BPKPAD/X/2024.
Kepala Inspektorat Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana beralasan bahwa pembatasan anggaran itu hanya ditujukan untuk kegiatan perjalanan dinas yang bersifat studi banding atau pameran. Sedangkan kegiatan jajarannya dianggap prioritas, karena Banjarmasin tengah mengupayakan diri menjadi kota percontohan dalam hal pencegahan korupsi.
“Pelatihan ini penting untuk membangun mental dan integritas para pegawai kami. Kami ingin memastikan program anti-korupsi yang tengah berjalan tidak hanya menyasar eselon II, tapi juga eselon III, IV, hingga staf,” jelas Dolly
Menurut Dolly, kegiatan dilakukan di Malang sesuai rencana dan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD 2024.
Pelatihan ini akan dibawakan oleh Auditor Ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat, dengan fokus pada membangun 9 nilai integritas yang krusial dalam mencegah korupsi, serta menciptakan budaya anti korupsi yang kuat di kalangan pegawai pemerintah.
“Tujuannya agar para Kuasa Pengguna Anggaran di setiap unit kerja bisa menjalankan fungsinya dengan integritas tinggi,” ujarnya.
Dia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemko Banjarmasin yang saat ini stagnan. Terlebih upaya pencegahan korupsi di Banjarmasin telah berjalan cukup baik, seperti dengan sistem pembayaran non-tunai yang mengurangi risiko kontak langsung.
“Banjarmasin juga berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali. Namun masih diperlukan pembenahan mental di kalangan pegawai, terutama dalam hal integritas. Kita ingin memperbaiki dari dalam, mulai dari mental dan integritas para pegawai kita,” ucapnya. via

