Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bawang Merah hingga Ayam Ras Picu Kenaikan IPH

by Mata Banua
14 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\15 Oktober 2024\7\Halman ekonomi (15  Oktober   )\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
KENAIKAN IPH – Komoditas andil penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terjadi pada daging ayam ras, bawang merah, minyak goreng, gula pasir dan cabai rawit. (foto: mb/web)

 

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah komoditas pangan mengalami gejolak harga dan menyumbang kenaikan pada Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Oktober 2024.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Putranto mengatakan bahwa komoditas penyumbang utama IPH terjadi pada setiap wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga di luar Pulau Jawa da Sumatera.

“Kalau kita lihat kenaikan IPH di 10 kabupaten/kota tertinggi minggu kedua Oktober ini cukup bervariasi wilayahnya, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga terjadi di Sulawesi, Jawa, dan Indonesia bagian Timur,” kata Windhiarso dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah secara virtual, Senin.

Sebaran wilayah dengan kenaikan IPH tertinggi di antaranya terjadi di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, Sumatera Barat, Jawa Barat, Papua Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota, BPS mengungkap ada 10 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH tertinggi terjadi di kabupaten Bolaang Mongondow, kabupaten Luwu, kabupaten Biak Numfor, dan kabupaten Lima Puluh Kota. Mengekor, kota Sawahlunto, kabupaten Indramayu, kabupaten Manokwari Selatan, kabupaten Purworejo, kabupaten Klaten, dan kabupaten Sumba Barat Daya.

Untuk Pulau Sumatera misalnya, Windhiarso menyampaikan bahwa komoditas andil penyumbang kenaikan IPH terjadi pada daging ayam ras, bawang merah, minyak goreng, gula pasir dan cabai rawit. “Untuk bawang merah perlu hati-hati masih di bawah HAP [Harga Acuan Pemerintah]. Artinya, meskipun terjadi kenaikan tentu upaya untuk menjaga pendapatan dari sisi petani juga harus dijaga,” terangnya.

Bergeser ke Pulau Jawa, Windhiarso mengatakan bahwa penyumbang kenaikan harga antara lain daging sapi, beras, cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras di beberapa kota. “Tentu perlu diperhatikan tidak hanya menjaga stabilitasi, tetapi juga tentu dari sisi produksi atau dan produsen,” imbuhnya.

Kemudian untuk wilayah di luar Pulau Jawa, BPS mencatat komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, dan telur ayam ras. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper