Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Studi Temukan Durasi Olahraga yang Baik untuk Cegah Hipertensi

by Mata Banua
13 Oktober 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Oktober 2024\14 Oktober 2024\11\Halaman 1-11 Senin\studi.jpg
(foto:mb/web)

Studi terbaru mengungkapkan cara olahraga yang efektif untuk mengendalikan tekanan darah. Salah satu yang ditemukan adalah mengenai durasi olahraga yang dibutuhkan.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap lebih dari 5 ribu responden berusia dewasa asal Amerika Serikat (AS).

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

“Remaja dan mereka yang berusia awal 20-an mungkin aktif secara fisik. Tapi, pola ini berubah seiring bertambahnya usia,” ujar penulis studi sekaligus ahli epidemiologi California University Kirsten Bibbins-Domingo, melansir Science Alert.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sendiri merupakan kondisi serius yang memengaruhi miliaran orang di seluruh dunia. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita mengalami hipertensi. Namun, sebagian besar kasus hipertensi tak disadari oleh pengidapnya.

Olahraga jadi salah satu cara ampuh untuk mengendalikan tekanan darah. Hal ini lah yang dipelajari dalam penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine ini.

Para peneliti melacak aktivitas ribuan responden tersebut selama tiga dekade. Mereka memberikan penilaian fisik dan kuesioner tentang kebiasaan olahraga, status merokok, dan asupan minuman beralkohol.

Peneliti juga melakukan pengukuran tekanan darah para peserta secara rutin.

Secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik merosot dari usia 18-40 tahun. Penurunan ini dibarengi dengan peningkatan risiko hipertensi selama dekade berikutnya.

Para peneliti berpendapat, hal ini menggambarkan bahwa periode dewasa muda sangat penting dalam pencegahan hipertensi.

Selain itu, para peneliti juga menemukan durasi olahraga yang penting dalam pengendalian tekanan darah. Mereka mengamati, orang-orang yang melakukan olahraga berintensitas sedang selama lima jam seminggu selama awal masa dewasa ditemukan mengalami penurunan risiko hipertensi secara signifikan.

“Mencapai setidaknya dua kali lipat pedoman aktivitas fisik minimum orang dewasa saat ini mungkin lebih bermanfaat untuk pencegahan hipertensi,” tulis para peneliti.web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper