Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ditreskrimum Polda Kalsel Periksa Madun

by Mata Banua
13 Oktober 2024
in Banjarmasin, Indonesiana
0

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalimantan Selatan Muhammadun di periksa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel, Jumat (11/10).

Madun –sapaan akrabnya– bergegas memasuki mobil plat merah milik Pemprov Kalsel meninggalkan Ditreskrimum Polda Kalsel usai diperiksa penyidik sejak pagi hingga menjelang Shalat Jumat terkait kasus dugaan pengancaman yang sebelumnya dilaporkan aktivis LSM Aliansyah.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Erick Frendriz ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kadisdikbud Provinsi Kalsel tersebut.

“Diperiksa hari ini, selanjutnya akan dilakukan permintaan pendapat ahli atau legal opinion untuk menentukan apakah masuk pidana atau bukan,” katanya.

Sebelumnya, Kadisdik Kalsel Muhammadun dilaporkan Aktivis LSM Aliansyah, ke Ditreskrimum Polda Kalsel, Selasa (10/9), atas dugaan pengancaman melalui telepon.

Aliansyah mengaku jadi korban pengancaman Madun buntut dari aksi demo yang di pimpinnya di Kantor Gubernur Kalsel pada Jumat (6/9) lalu. Saat itu Aliansyah berperan sebagai koordinator LSM yang mendesak agar jabatan Madun sebagai Kadisdik Kalsel di copot.

“Madun, Kadisdik Kalsel mengancam membawai betimpas (ngajak saling bacok),” ujar Aliansyah kepada wartawan usai melapor di Polda Kalsel.

Kuasa hukum Aliansyah, Budi Khairannoor secara kronologis menerangkan, pengancaman itu diterima kliennya melalui saluran telepon WhatsApp pada Senin (9/9) siang.

Melalui saluran telepon itu, seseorang yang mengaku Madun menyampaikan ancamannya. “Ini sudah mengarah ke pengancaman. Ini sangat tidak elok dilakukan oleh seorang kepala dinas, dan ini sudah tidak bermoral,” katanya.

Budi menyatakan, yang membuat dugaan semakin kuat bahwa yang melakukan pengancaman itu adalah Madun, setelah mereka menelusuri kepemilikan nomor telepon dengan melakukan pengecekan melalui aplikasi, diketahui bahwa nomor tersebut merupakan milik ajudan Madun. “Kami cek melalui aplikasi Get Contact, di situ muncul nama Sirajudin ajudan Madun,” jelas Budi.

Tak hanya itu, lanjut dia, sebelum ancaman itu muncul kliennya juga sempat beberapa kali menerima teror melalui telepon maupun pesan WhatsApp, “Kami datang ke sini (Polda Kalsel) untuk meminta perlindungan,” pungkasnya. jjr

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper