Mata Banua Online
Kamis, Maret 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Rumah Tangga Kelas Bawah Belum Pulih

by Mata Banua
7 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat bah­wa penghasilan rumah tangga masih me­ng­a­la­mi peningkatan, tetapi dengan tren pe­mu­lih­an yang berbeda antar kelas penghasilan.

Berdasarkan Buku Kajian Sta­bilitas Keuangan No. 43 BI, ter­catat indeks penghasilan rumah ta­ngga meningkat menjadi 118,61% pada semester I/2024, lebih tinggi dibandingkan dengan se­mester II/2023 sebesar 117,59%.

Berita Lainnya

Bapanas menyalurkan bantuan pangan

Bapanas menyalurkan bantuan pangan

17 Maret 2026
Memahami Makna Remitansi di Balik Tradisi Mudik

Memahami Makna Remitansi di Balik Tradisi Mudik

17 Maret 2026

Namun demikian, jika dilihat le­bih rinci berdasarkan kelas pe­ng­hasilannya, penghasilan rumah ta­ng­ga kelas mnengah atas telah kem­bali pulih di atas level pra­pan­demi, sementara rumah tangga ke­las bawah belum pulih ke level pr­a­pandemi.

Menurut BI kondisi ini salah sa­tunya disebabkan oleh struktur te­naga kerja Indonesia yang ma­sih didominasi oleh tenaga kerja in­formal atau mencapai 59%, de­ng­an laju pemulihan yang belum kem­bali seperti kondisi pra­pan­demi.

“Secara rata-rata, tingkat in­for­mal memiliki upah yang lebih ren­dah dengan tren peningkatan le­bih terbatas dibandingkan de­ng­an tenaga kerja formal,” tulis BI, yang dikutip.

Selain itu, BI menyatakan bah­wa realisasi anggaran bantuan so­sial juga cenderung menurun se­jak periode Covid-19 dengan rea­lisasi Juni 2024 yangkurang da­ri 50% target penyaluran. Hal itu turut mendorong tertahannya in­deks penghasilan rumah tangga ke­las bawah.

Di sisi lain, BI menilai pe­ng­hasilan atau pendapatan dan ke­mampuan membayar rumah ta­ng­ga yang masih terjaga men­du­kung risiko kredit rumah tangga ya­ng terkendali. Hal ini tercermin da­ri Debt Service Ratio (DSR) ru­mah tangga yang tercatat naik ter­batas dari 24,61%pada se­mes­ter II/2023 menjadi 24,75% pada se­mester I/2024.

BI mencatat, kredit berisiko (loan at risk/LaR) rumah tangga se­­dikit meningkat dari 8,99% pa­da semester II/2023 menjadi 9,10% pada semester I/2024, ta­pi membaik dibandingkan dengan se­mester I/2023 yang sebesar 10,26%.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) kre­dit rumah tangga juga relatif me­ni­ngkat menjadi sebesar 1,97% pa­da semester I/2024, di­ban­di­ng­kan dengan semester I dan se­mes­ter II 2023, yang masing-ma­sing sebesar 1,87% dan 1,80%.

Berdasarkan kelas pen­da­pat­an, rumah tangga kelas atas ter­ca­tat memiliki DSR dan risiko kre­dit paling tinggi dibandingkan de­ngan kelas menengah dan ba­wah teutama pada segmen kredit pemilikan rumah (KPR). Na­mun, BI memperkirakan pe­nu­run­an kemampuan bayar rumah ta­ng­ga kelas atas dapat termitigasi oleh nilai asetnya yang masih ber­potensi meningkat.

Sementara itu, peningkatan pe­nghasilan rumah tangga kelas ba­wah yang tertahan berpotensi ber­dampak pada keberlanjutan ke­mampuan membayar utang ru­mah tangga kelas bawah. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper