
BANJARMASIN – Belasan anak remaja dibubarkan paksa dan diamankan anggota Polsek Banjarmasin Tengah karena diduga ingin melakukan perang sarung di Jalan Sutoyo S, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Sabtu (28/9) malam.
Petugas melakukan pembubaran kerumunan dua kelompok remaja ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait para remaja yang hendak perang sarung.
“Kami terpaksa membubarkan remaja yang ramai berkumpul. Saat kami melakukan penggeledahan tubuh, aparat menemukan dua bilah senjata tajam (Celurit) di dalam tas seorang remaja. Selain sajam, polisi juga menemukan tiga sarung yang sudah digulung rapi seperti seutas tali,” ucap Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Eka Saprianto melalui Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Sunarmo.
Ia menyebutkan, sesuai dengan pengakuan belasan remaja yang amankan, para remaja itu sudah berjanji akan melakukan perang sarung. “Polisi bertanya untuk apa sarung tersebut, ternyata dipersiapkan untuk perang sarung,” katanya.
Kasi humas mengungkapkan, dari remaja yang diamankan tersebut ada yang masih berstatus pelajar SMP dan ada juga yang putus sekolah.
“Total ada15 remaja yang diamankan dan dilakukan pembinaan, serta di minta orangtuanya untuk datang ke polsek. Polri meminta para orangtua selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai kejadian perang sarung ini terulang,” ujarnya.
Ipda Sunarmo juga mengimbau kepada warga Banjarmasin apabila melihat ada perang sarung silakan saja melapor ke polsek terdekat agar secepatnya ditindaklanjuti. sam

