
BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggandeng sejumlah perguruan tinggi (PT) di Indonesia.
“Kita menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Baratin,” kata Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr Sahat Manaor Panggabean, di Banjarbaru, Selasa (24/9).
Hal itu disampaikannya pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian Kerja sama (PKS) antara Barantin dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru.
Nota Kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Badan Karantina Indonesia dan Universitas Lambung Mangkurat tersebut ditandatangani Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr Sahat Manaor Panggabean dan Rektor ULM, Prof Ahmad, SE, MSi.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut antara lain disaksikan mantan Menteri Ristek, Prof Dr Ir HM Hatta dan pejabat dari Badan Karantina Indonesia.
“Kami yakin dengan adanya kerjasama ini akan memperluat kapasitas SDM di Barantin guna menangkal isu-isu yang berkembang,” katanya seraya menyebutkan perguruan tinggi merupakan gudangnya ilmu pengetahuan.
Alasan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, kata Sahat, dimaksudkan dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Barantin dan pengembangan kompetensi sehingga memiliki SDM unggul.
Khusus kerja sama dengan ULM ini, kata Sahat, pihaknya ingin membangun sinergi dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas terutama menyiapkan SDM unggul pada kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Saya ingin hasil dari kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tersebut ujungnya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Sementara itu, Rektor ULM, Prof Ahmad, SE, MSi menyatakan dengan adanya kerja sama ini akan menambah spirit bagi ULM untuk meningkatkan kinerja sehingga menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas.
“Saya berharap dengan adanya support Badan Karantina ini akan menambah spirit bagi ULM untuk lebih maju lagi dan menghasilkan alumni yang berkualitas,” ujarnya. ani

