Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Badan Pangan Akui Harga Beras Tinggi

by Mata Banua
23 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\24 September 2024\7\7\Halman ekonomi (24 Sept )\master 7.jpg
HARGA BERAS – Badan Pangan Nasional mengakui harga beras di Indonesia tinggi dibandoing di negara lainnya. Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, rata-rata harga beras nasional mencapai Rp15.350 per kg. Harga itu melambung dibanding awal tahun lalu yang masih Rp14.550 per kg.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Ba­pa­nas) mengamini harga bera di Indonesia ti­nggi. Menurut Bapanas, hal ini justru po­sitif untuk petani.

Hal ini katanya, menjadi masa-masa mem­bahagiakan petani. “Harga beras di da­lam negeri saat ini tinggi. Tapi memang bia­ya produksinya juga sudah tinggi,” kata Di­rektur Distribusi dan Cadangan Pangan Ba­panas Rachmi Widiriani usai acara In­do­nesia International Rice Conference (IIRC) 2024 di Bali International Convention Cen­tre, Nusa Dua, Badung.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Petani juga berhak mendapatkan ke­un­tungan. Saat ini sebetulnya saat-saat yang mem­bahagiakan petani, karena harga gabah me­reka dibeli di atas HPP (Harga Pembelian Pe­merintah),” imbuhnya.

Dia pun mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP), khususnya dalam tanaman pangan, ju­ga dalam kondisi baik. Bahkan, lanjut Rachmi, NTP saat ini merupakan yang ter­ti­nggi dalam 10 tahun terakhir. “Jadi kita ju­ga lihat NTP petani, khususnya tanaman pa­ngan saat ini juga bagus,” tuturnya.

Namun, Rachmi menegaskan pe­me­rin­tah harus hadir agar harga beras bisa stabil. Ia ingin petani mendapatkan keuntungan, se­mentara warga juga bisa membeli beras ber­kualitas dengan harga murah.

“Pemerintah harus hadir di tengah-te­ng­ah. Petani mendapatkan harga bagus, ke­mu­dian masyarakat konsumen dapat me­ng­akses bras dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik,” katanya.

Bertalian dengan itu, lanjut Rachmi, per­lu ada perbaikan benih padi yang ditanam pe­tani. Menurutnya, benih yang bagus akan me­ningkatkan produktivitas.

“Dengan efisiensi, produktivitas naik, pe­tani akan mendapatkan dua keuntungan, har­ga bagus, kemudian penghasilan yang ba­gus, produksinya tinggi, lama-lama har­ga akan stabil. Kita tunggu saja, semoga per­baikan-perbaikan yang akan dilakukan dan sedang dilakukan saat ini bisa terus me­ningkatkan produktivitas petani,” ucap­nya.

Harga beras di Indonesia saat ini me­m­ang cukup tinggi. Mengutip Pusat In­for­masi Harga Pangan Strategis, rata-rata har­ga beras nasional mencapai Rp15.350 per kg. Harga itu melambung dibanding awal tahun lalu yang masih Rp14.550 per kg. cnn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper