Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tiga Juta Ton Beras Impor Banjiri Pasar

by Mata Banua
19 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Indonesia melakukan impor be­ras cukup besar menjelang berakhirnya pe­riode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor beras Indonesia men­capai 3,05 juta ton atau senilai US$1,91 mi­liar sepanjang periode Januari hingga Agustus 2024.

“Total impor beras Januari hingga Agustus 2024 mencapai 3,05 juta ton atau senilai US$1,91 miliar,” kata Deputi Bidang Dis­tribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini da­lm Rilis BPS.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Dalam paparan yang disampaikan Pudji, Thai­land menjadi negara dengan impor beras ter­besar ke Indonesia yakni sebanyak 1,13 juta ton atau senilai US$734,78 juta.

Selain Thailand, Indonesia juga mendatangkan beras impor dari Vietnam yakni sebanyak 870.000 ton atau senilai US$542,86 juta, dan Pakistan sebanyak 460.000 juta atau senilai US$290,56 juta sepanjang Januari-Agutus 2024.

Pudji menyebut, total impor beras memberikan andil sebesar 1,50% dari total impor nonmigas Indonesia.

BPS mencatat, nilai impor mencapai US$20,6 miliar ada Agustus 2024. Nilai tersebut turun 4,92% (month-to-month/mtm) dibanding Juli 2024 atau meningkat 9,46% dibanding Agustus 2023.

Penyebab utama turunnya impor pada Agustus 2024 disebabkan oleh turunnya impor migas US$909,3 juta atau 25,56% dan nonmigas US$161,9 juta atau 0,89%.

Adapun penurunan impor migas dipicu oleh berkurangnya impor minyak mentah US$382,2 juta atau seesar 35,11% dan hasil minyak US$527,1 juta atau 21,35%.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai impor Januari-Agustus 2024 tercatat meningkat sebesar US$4.864,8 juta atau 3,31%. Peningkatan ini dipicu oleh bertambahnya impor migas senilai US$1,77 miliar atau 7,93% dan nonmigas senilai US$3,08 miliar atau 2,47%.

BPS melaporkan, peningkatan nilai impor migas disebabkan oleh bertambahnya impor minyak metah senilai US$155,5 juta atau 2,27% dan hasil minyak US$1.624,0 ribu atau 10,41%.

Tercatat, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama periode ini adalah China senilai US$45,41 miliar atau 35,52% Jepang US$9,30 miliar atau 7,28%, dan Australia US$6,57 miliar atau 5,14%.

Sementara, BPS melaporkan bahwa impor nonmigas dari Asean mencapai US$22,69 miliar atau 17,75% dan Uni Eropa US$8,33 miliar atau 6,52%. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper