Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Target 15 Juta Populasi Kendaraan Listrik Beroperasi

by Mata Banua
19 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Kementerian Ko­or­dinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko arves) me­nargetkan penggunaan ken­da­raan listrik (electric vehicle/EV) da­pat mencapai 13 juta ke­n­da­ra­an roda dua listrik (e-2W) dan 2 juta kendaraan roda empat listrik (e-4W) pada 2030.

“Untuk mewujudkan EV di Indonesia, kita perlu mem­bu­at­nya tersedia, terjangkau serta men­yediakan infrastruktur yang ba­ik dan kendaraan yang andal,” ka­ta Deputi Transportasi dan In­fra­s­truktur Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin dalam per­nyataan yang diterima di Jakarta.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ia menyatakan bahwa transisi kendaraan listrik di Indonesia me­ru­pakan peluang strategis bagi per­tumbuhan ekonomi dan ke­a­manan energi nasional. Selain itu, ia menatakan bahwa upaya ter­sebut akan berdampak positif pa­da perbaikan kualitas udara, me­ngurangi emisi karbon, dan mem­berikan manfaat ekonomi ba­gi masyarakat secara luas.

Untuk mempercepat pe­ng­em­bangan ekosistem kendaraan lis­trik di Indonesia, Kemenko Mar­ves pun berkolaborasi de­ngan Asosiasi Ekosistem Mo­bi­litas Listrik (AEML), Rocky Moun­tain Institute (RMI), Enhancing Reainess for the Tran­sition to Electric Vehicles (ENTREV), dan Indonesia En­vironment Fund (IEF).

Para pemangku kepentingan ter­sebut berupaa untuk mencari so­lusi atas hambatan utama dalam pen­ggunaan kendaraan listrik di In­do­nesia, termasuk pengem­ba­ng­an kebijakan, solusi pem­bi­a­ya­an, infrastruktur pengisian da­ya, serta keterlibatan korporasi dan konsumen.

Wakil Ketua AEML Patrick Adhiatmadja mengatakan bahwa tran­sisi menuju mobilitas listrik mem­butuhkan kerja sama dari se­mua pemangku kepentingan, ter­masuk pemerintah, sektr swasta, mitra pembangunan, dan mas­yarakat.

Ia menilai bahwa transisi ter­sebut sangat penting untuk m­e­ng­urangi emisi dan mem­pro­mo­sikan mobilitas bersih, sehingga da­pat berkontribusi pada masa de­pan yang lebih berkelanjutan ba­gi semua.

Pihaknya pun berkomitmen un­tuk mendukung upaya kerja sa­ma ini agar manfaat kendaraan lis­trik dapat diakui dan digunakan se­cara luas di seluruh Indonesia.

Direktur RMI Asia Te­ng­ga­ra Wini Rizkiningayu me­nu­tur­kan bahwa pihaknya memiliki mi­si untuk mendukung transisi mo­bilitas bersih dan energi di In­donesia yang akan berdampak sig­nifikan pada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami da­pat membantu memastikan ma­sa depan yang berkelanjutan dan nol karbon di seluruh sektor ener­gi Indonesia,” imbuhnya. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper