Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dampak Besar Polemik Kadin

by Mata Banua
18 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Kisruh dualisme kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi atensi dari banyak pihak.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan Kadin Indonesia seha­rusnya menjadi wadah yang profesional.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Artinya, kejadian munaslub ini akan dilihat dengan saksama oleh para investor dalam negeri dan luar negeri bahwadalam konteks bisnis pun masih ada intervensi dari pihak tertentu, khususnya dalam aspek politisasi,” ujar Abra saat ditemui di Gedung Sarinah, Jakarta.

Abra menyampaikan peristiwa ini tidak baik untuk aktivitas ekonomi yang bertumpu pada sektor dunia usaha dan mengganggu iklim investasi ke depan. Abra menilai dualisme Kadin juga akan mengganggu upaya pemerintah men­dorong pertumbuhan investasi dari dunia usaha.

“Saya berharap kekisruhan Kadin bisa segera selesai, saya pikir pemerintah, presiden perlu segera bersikap menengahi kekisruhan ini supaya bisa melokalisir persoalannya tidak berlarut dan semakin meluas,” kata Head of Center of Food, Energy, and Sustainable Development, Indef, tersebut.

Kadin Indonesia kubu Arsjad Rasjid menolak kepengurusan Kadin Indonesia versi munas luar biasa (munaslub) yang memilih Anindya Bakrie sebagai ketua umum.

Arsjad mengaku sangat men­ya­yangkan dan menyebut kegiatan munaslub tersebut hal yang ilegal sebagai upaya individu dan kelompok untuk mengambil alih kepengurusan Kadin Indonesia.

“Sesuai dengan dasar hukum yang ada, kami menegaskan tidak mengakui terjadinya munaslub. Kami menyesalkan adanya tindakan yang melanggar UU nomor 1 tahun 1987 dan Keppres nomor 18 tahun 2022. Kegiatan munaslub atas nama Kadin Indonesia pada Sabtu kemarin tidak sah,” ujar Arsjad.

Sementara itu, Anindya Bakrie memastikan soliditas Kadin Indonesia pasca munaslub. Anindya menyampaikan munaslub sendiri merupakan aspirasi dan insiasi dari Kadin di daerah, asosiasi atau anggota luar biasa yang menginginkan adanya perubahan yang lebih baik dalam kepengurusan Kadin Indonesia.

“Jadi merekalah yang membuat panitia untuk menentukan kuorum, jalannya persidangan, dan hasilnya. Sesuai dengan AD-ART, kemarin sudah berjalan, semua yang dilakukan itu sesuai dengan AD-ART,” ujar Anin saat sarasehan bersama Menkumham di Menara Kadin, Jakarta

Anin memastikan kepengurusan Kadin Indonesia yang baru selalu terbuka dalam menerimamasukan dari seluruh anggota. Anin juga menjamin akan merangkul seluruh anggota Kadin Indonesia dan menepis adanya dualisme di tubuh Kadin Indonesia. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper