Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bakal Meluncur BBM Rendah Sulfur

by Mata Banua
18 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\19 September 2024\7\bbm.jpg
BBM RENDAH SULFUR – Dalam waktu dekat pemerintah akan meluncurkan BBM rendah sulfur dengan kualitas sehingga akan menghasilkan pembuangan yang bersih untuk lingkungan. (Foto:mb/web)

 

JAKARTA – Deputi Transportasi dan Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin, menyampaikan bahwa peluncuran BBM rendah sulfur tidak akan menaikan harga BBM yang tersedia di SPBU Pertamina. Dengan ini, masyarakat tetap dapat memperoleh BBM berkualitas tanpa ada dampak dari sisi ekonomi. “Rencana pemerintah adalah menyediakan BBM rendah sulfur tanpa menaikkan harga BBM. Sehingga masyarakat mendapatkan akses BBM yang lebih berkualitas dan lebih bersih,” kata Rachmat dalam keterangannya, Rabu (18/9).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Dia menyampaikan peluncuran BBM bersubsidi yang berkualitas atau rendah sulfur untuk mengatasi polusi udara. BBM rendah sulfur ini juga akan diarahkan kepada golongan masyarakat yang membutuhkan. “Jadi golongan kelas atas tidak lagi berhak memanfaatkan subsidi BBM,” ucapnya.

Menjawab kekhawatiran dampak penyesuaian penyaluran subsdi BBM terhadap beban ekonomi masyarakat kelas menengah. Anak buah Menko Luhut ini mengatakan program BBM rendah sulfur tanpa membebani masyarakat ataupun negara.

“Pada prinsipnya pemerintah memperhatikan kondisi tekanan ekonomi terhadap kelas menengah,” jelas dia.

Sebaliknya, peluncuran program BBM rendah sulfur ini akan menghemat pengeluaran negara untuk sekedar impor BBM. Namun, Ia belum dapat membeberkan detil peraturan yang tengah disusun pemerintah.

“Dalam lima tahun terakhir, pemerintah rata-rata menghabiskan Rp119 triliun setiap tahunnya untuk subsidi BBM. Ini artinya pajak masyarakat tidak secara optimal tersalurkan karena tidak dinikmati golongan yang membutuhkan subsidi tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku akan menghilangkan impor BBM secara perlahan. Untuk solar, produksinya bakal diganti menggunakan kelapa sawit dan akan menjadi bahan bakar terbersih serta terbarukan.

Pernyataan itu dikatakan ole Prabowo, di hadapan ribuan masyarakat Banten, sekaligus dihadapan Habib Luthfi, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

Begitupun bensin, produksinya bakal diganti pembuatannya menggunakan etanol dari tebu, singkong hingga gula aren. Sebagai pengganti, energi panas bumi atau geothermal bakal di maksimalkan sebagai energi baru terbarukan.

“Kelapa sawit kita ubah jadi solar. Produksi kelapa sawit kita sebanyak 46 juta ton dan sebentar lagi 70 juta ton per tahun dan ini jadi solar yang tidak akan habis-habis. Bukan bisa tidak bisa, tapi kita harus bisa,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberi bocoran bahwa pemerintah selangkah lagi menemukan produk BBM ramah lingkungan sebagai penggai Pertalite dan Pertamax.

Adapun pemerintah saat ini tengah berupaya menciptakan produk alternatif BBM yang lebih ramah lingkungan, semisal bahan campuran untuk bahan bakar nabati (BBN). lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper