Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Waspadai Kenaikan Beras dan Ayam di Akhir Tahun

by Mata Banua
17 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\18 September 2024\7\Halman ekonomi (18 Sept )\master 7.jpg
WASPADAI HARGA PANGAN – Menjelang akhir tahun, beberapa hal yang harus diwaspadai adanya peningkatan harga bahan makanan, terutama untuk beras dan daging ayam. Komoditas ini berpotensi tinggi menyumbang inflasi di triwulan III 2024. Pedagang beras disebuah pasar tradisional tengah merapikan dagangannya.(foto: mb/web)

BANDARLAMPUNG — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Achmad P Subarkah mengatakan, dalam menjaga kinerja ekonomi daerah tetap stabil maka perlu mewaspadai adanya kenaikan harga komoditas beras serta daging ayam menjelang akhir tahun.

“Pergerakan harga komoditas dari awal 2024 sampai Agustus ini kecenderungan mengalami penurunan, dibandingkan pada 2022 ataupun 2023 lalu. Akan tetapi untuk menjaga kinerja perekonomian tetap stabil memang ada hal-hal yang patut diwaspadai,” ujar Achmad P Subarkah di Bandarlampung.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ia mengatakan, beberapa hal yang harus diwaspadai adalah adanya peningkatan harga bahan makanan, terutama untuk beras dan daging ayam.

“Komoditas ini berpotensi tinggi menyumbang inflasi di triwulan III 2024, di mana komoditas beras di triwulan III memiliki probabilitas inflasi sebesar 58,33 persen. Sedangkan rata-rata andil inflasi dari bulan per bulan sebesar 7,81 persen,” katanya.

Sedangkan daging ayam ras pada kuartal III memiliki probabilitas inflasi sebesar 33,33 persen dan rata-rata andil inflasi bulan per bulan sebesar 0,31 persen.

“Beras dan ayam ada potensi meningkat, dan patut diwaspadai. Sebab dari kondisi sekarang saja untuk beras masih panen gadu belum panen raya dan kemudian ada pergeseran musim panen jadi dikhawatirkan di September, Oktober, November dan Desember harga beras akan kembali naik,” ucap dia.

Menurut dia, setelah berkoordinasi, pemerintah daerah dan Bulog telah siap melakukan operasi pasar beras dengan beras SPHP untuk kembali menstabilkan harga bras di pasaran.

“Sedangkan untuk daging ayam memang sempat terjadi penurunan kemarin karena pakannya sudah mulai melimpah, harga jagung turun. Sehingga harga jual jadi rendah, tapi ada risiko bahwa produksi ayam tetas tidak bisa menutupi permintaan yang tinggi pada saat panen raya. Maka di sini ada potensi harga ayam naik, akan tetapi bukan karena pakan tapi karena ada peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan nasional,” tambahnya.

Ia mengatakan, dengan adanya risiko kenaikan harga dua komoditas tersebut pihaknya dan pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan pengawasan sekaligus intervensi untuk menjaga stabilitas harga. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper