Mata Banua Online
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sungguh Tega, 12 Kucing Mati Diduga Diracun

by Mata Banua
11 September 2024
in Headlines
0

 

SEBAGIAN dari 12 ekor kucing di Malang yang mati diduga karena diracun.

SURABAYA – Sungguh tega. Ternyata, ada orang yang tanpa belas kasihan sengaja membunuh sebanyak 12 ekor kucing dengan cara diracun. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Pondok Cempaka Indah, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Berita Lainnya

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

12 Mei 2026
Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

12 Mei 2026

Salah satu warga perumahan setempat berinisial R, membenarkan ada belasan kucing mati massal di lingkungannya. Peristiwa itu terjadi 27 Agustus 2024 lalu.

“Kejadiannya sudah lama sebenarnya. Udah sekitar satu bulan lalu, cuma memang saya dengar di sosmed baru ramai,” kata R kepada awak media, Rabu (11/9), seperti dikutip CNNindonesia.com.

Belasan kucing yang mati itu sebenarnya dipelihara oleh salah satu warga yang tinggal di block C1-05 sejak lama.

“Saya kurang tau tepatnya sejak tahun berapa. Cuman memang sudah lama memelihara kucing-kucing kampung yang katanya itu tiba-tiba datang ke rumahnya,” ucapnya.

Belum diketahui apa penyebab kematian belasan kucing itu secara mendadak. Namun muncul dugaan, mereka mati karena diracun.

“Kemungkinan kucing-kucing itu mati diracun. Tapi siapa yang melakukan juga kurang tau,” ujarnya.

Ia mengatakan, dugaan kucing itu diracun muncul karena terlihat dari ciri dan waktu kematiannya yang sama. Yakni tubuh kaku hingga mata melotot.

“Sepertinya diracun, entah potas atau apa. Yang jelas sebelum mati katanya sempat sekarat semua, tubuhnya kaku dan melotot.

Gak lama setelah sekarat itu, mati satu persatu,” kata dia. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper