
BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana sosial yang terdiri atas kebakaran pemukiman penduduk dan kecelakaan perahu di Provinsi Kalimantan Selatan dari Januari hingga Agustus 2024 mencapai Rp 90,211 miliar.
“Dari kerugian bencana sosial mencapai Rp 90,211 miliar hingga Agustus tersebut terbanyak di alami Kota Banjarmasin sekitar Rp 41,175 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Minggu (8/9).
Selain itu, lanjut Madi –sapaan akrabnya, kerugian akibat bencana sosial di Kalsel juga di alami Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mencapai Rp 9,274 miliar dan Tabalong di taksir mencapai Rp 6,620 miliar.
Kemudian, Kabupaten Banjar sekitar Rp 5,550 miliar, Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai Rp 4,356 miliar, Kotabaru sekitar Rp 4,230 miliar, dan Balangan sekitar Rp 4,225 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar Rp 3,380 miliar, Hulu Sungai Utara (HSU), Rp 3,180 miliar, Kota Banjarbaru Rp 2,480 miliar, Kabupaten Tanah Laut (Tala) Rp 2,475 miliar, Barito Kuala (Batola) Rp 1,834 miliar, dan Tapin Rp 1,531 miliar.
Ketika di tanya frekuensi bencana sosial di Kalsel, ia menyebutkan hingga Agustus 2024 tercatat terjadi sebanyak 293 kali bencana sosial yang terdiri atas musibah kebakaran pemukiman penduduk 287 kali dan enam kali kecelakaan perahu.
Menurutnya, dari 287 kali bencana kebakaran pemukiman penduduk tersebut terbanyak di Kota Banjarbaru tercatat 48 kali, di susul Banjarmasin 43 kali, Kabupaten Banjar 40 kali, dan HST sebanyak 28 kali.
Kemudian, Kabupaten Tala 23 kali, Tabalong 18 kali, Balangan 17 kali, HSU dan Kotabaru masing-masing 14 kali, Tanbu 13 kali, HSS 12 kali, Batola 11 kali, dan Tapin enam kali.
Sedangkan enam kali kecelakaan perahu, yakni masing-masing sebanyak dua kali di Kabupaten Batola, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tala.
Akibat bencana kebakaran pemukiman penduduk dan kecelakaan perahu itu, sebanyak 559 kepala keluarga (KK) atau 1.974 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan akibat bencana sosial menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan 19 orang luka-luka.
Selain itu, akibat bencana kebakaran pemukiman dan kecelakaan perahu tersebut menyebabkan 559 buah rumah penduduk mengalami rusak total, 210 buah rumah rusak berat, dan 77 buah rumah rusak ringan.
Pada kesempatan itu, Madi mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana kebakaran pemukiman seperti Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko akibat bencana sosial tersebut. ani

