Mata Banua Online
Rabu, April 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Anies Batal Diusung PDIP di Pilgub DKI

Mega Pilih Pramono Berpasangan dengan Rano KarnoI

by Mata Banua
26 Agustus 2024
in Headlines
0
KETUM DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

JAKARTA – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri batal mengusung Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Mega ternyata lebih memilih kader PDIP Pramono Anung berpasangan dengan Rano Karno.

Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey menjelaskan, Anies sebelumnya hadir di DPP PDIP, tapi tak muncul saat pengumuman.

Berita Lainnya

Gubernur Kalsel Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2026

Gubernur Kalsel Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2026

13 April 2026
Ki Bedil Ahli Pembuat Senpi Ilegal Ditangkap

Ki Bedil Ahli Pembuat Senpi Ilegal Ditangkap

13 April 2026

“DKI Pramono-Rano,” kata Olly melalui pesan singkat, Senin (26/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Belum diketahui alasan Mega batal mengusung Anies. Ketua Badan Pemenangan Pilkada PDIP, Adian Napitupulu juga enggan bicara saat ditanya kabar tersebut.

Mega sebelumnya dikabarkan bakal mengusung Anies di Pilkada DKI berpasangan dengan Rano. Anies juga sempat hadir di kantor DPP PDIP pada pengumuman gelombang ketiga calon kepala daerah, Senin (26/8).

Foto yang diterima CNNIndonesia.com, Anies juga telah disandingkan dengan Rano. Anies datang ke DPP setelah bertemu ibunya dan mengenakan batik merah muda.

Nama Pramono sendiri adalah salah satu nama yang digadang-gadang bakal diusung PDIP di Jakarta selain nama Anies Bawedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pramono sekarang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di pemerintah Joko Widodo.

Terpisah, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat buka suara usai partainya batal mengumumkan Anies Baswedan untuk diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang semula dijadwalkan pada Senin (26/8).

Djarot membenarkan bahwa Anies sempat hadir di kantor partainya beberapa jam sebelum pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang ketiga. Anies disebut bertemu Rano Karno yang sebelumnya disebut akan maju sebagai cawagub.

“Memang Pak Anies tadi kita lihat sempat datang di Gedung B ketemu sama Si Doel, Bang Rano, betul enggak?” katanya usai acara.

Namun, kata Djarot, pertemuan keduanya tak lebih sebagai sesama mantan kepala daerah. Anies sebagai eks gubernur DKI Jakarta dan Rano sebagai mantan gubernur Banten.

“Pak Anies itu Gubernur DKI, masa gubernur DKI sama gubernur Banten berdiskusi tidak boleh? Boleh kan, jadi dalam rangka untuk silaturahmi untuk membicarakan sebetulnya DKI ke depan itu seperti apa, tukar menukar pengalaman,” katanya.

Namun, Djarot belum mau bicara tegas soal peluang Anies akan diusung PDIP. Dia bilang itu murni hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Nama Anies Baswedan memang tidak diumumkan saat deklarasi kepala daerah gelombang tiga PDIP.

Hanya ada nama Airin Rachmi Diany dan Andika Perkasa di provinsi di Pulau Jawa yang diusung sebagai calon gubernur Banten dan Jawa Tengah.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya sempat menegaskan bahwa ia tidak mau ada lagi pihak-pihak yang mendompleng. “Saya pusing, mau ikut PDIP atau dompleng, konsisten aja,” ujar Megawati dalam sambutannya, Senin (26/8), seperti dikutip CNNIndonesia.

Megawati menekankan, jika masuk PDIP, maka lahir dan batin rohnya PDIP. Ia pun sempat meminta ke cagub Banten Airin agar memakai pakaian merah hitam. “Mau dijadikan masa gak pakai merah hitam? kalau independen ya cari yang independen,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa calon independen tidaklah mudah karena butuh 7,5 persen suara. Apalagi daerah-daerah yang ‘tebel’ dari sisi jumlah penduduk seperti Jawa Barat. Karena itu, Megawati kembali menegaskan bahwa jika masuk partai, maka masuk.

Sebelumnya, Anies Rasyid Baswedan telah meminta restu Ibunya Aliyah Rasyid Baswedan sebelum menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Senin (26/8). Anies dikabarkan akan diumumkan sebagai calon gubernur (cagub) dari PDI Perjuangan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Namun, pilihan Megawati ternyata Pramono Anung, bukan Anies. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper