Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Obat Berpotensi Makin Mahal

by Mata Banua
23 Juni 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Juni 2024\24 Juni 2024\7\9\BERITA-FOTO HAL  EKONOMI (24 - Juni )\ilustrasi-obat-obatan-medis_169.jpg
Ilustrasi (foto:mb/web)

 

JAKARTA – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal me­was­padai nilai tukar rupiah terhadap dolar Ame­rika Serikat (AS) yang terus melemah.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026
Stok Beras Bulog 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi

Stok Beras Bulog 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi

23 April 2026

Faisal mengingatkan, pe­le­mah­an rupiah berlarut ini ten­tu­nya akan membuat barang-barang im­por menjadi lebih mahal.

Alhasil itu akan membuat be­ban industri yang harus meng-im­p­or bahan baku semakin ti­ng­gi. Imbasnya, konsumen di da­lam negeri pun akan turut terkena dam­pak kenaikan harga untuk be­be­rapa barang, dalam hal ini Fai­sal mengambil contoh produk obat-obatan.

“Hampir semua sektor itu me­miliki ketergantungan terhadap im­por walaupun dengan level ya­ng berbeda-beda. Yang paling be­sar ketergantungn impor pada sek­tor-sektor seperti obat-obatan, far­masi,” ujar dia.

Selain obat-obatan, ia juga me­li­hat produk industri man­u­fak­tur semisal untuk sektor otomotif hi­ngga elektronik pun cukup me­mi­liki ketergantungan terhadap im­por bahan baku dan bahan pe­no­long.

“Industri tekstil juga kita ta­hu bahwa kapas mengimpor. La­lu industri makanan beberapa ba­han antaranya kita belum cukup pro­duksinya di dalam negeri,” im­buh Faisal.

Menurut dia, kondisi ini jadi pen­yebab kenapa pelaku industri re­latif mengalami peningkatan im­por. Lantaran proses produksi ya­ng kompleks, di mana tidak se­mua bahan bakunya bisa di­dapat di Indonesia.

“Walaupun kita juga me­ng­ek­spor, sebagian kita juga me­ng­impor pada jenis-jenis tertentu. Apa­lagi yang saya katakan tadi, un­tuk obat-obatan tingkat im­por­nya masih relatif termasuk yang pa­ling tinggi,” kata Faisal.

Sebelumnya, harga BBM mi­lik PT Pertamina (Persero) di­si­n­yalir akan kembali mengalami ke­naikan mulai Juli 2024, me­n­yu­sul nilai tukar rupiah terhadap do­lar Amerika Serikat (AS) kian me­lemah.

Padahal, Pertamina telah me­na­han harga BBM non subsidi mi­liknya naik sejak awal-awal ta­hun hingga Juni 2024, meskipun kurs rupiah dan harga minyak du­nia fluktuatif.

Direktur Eksekutif Center of Re­form on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai, ke­na­ikan harg BBM non subsidi se­misal Pertamax cs dalam waktu de­kat memang tak terelakkan.

Selain karena rupiah yang mem­buat ongkos impor BBM mem­bengkak, harga minyak du­nia yang terus bergerak naik jadi alasan kuat lain. “Sangat m­u­ng­kin harga BBM yqng non subsidi na­ik, apalagi harga minyak se­karang cenderung bergerak ke atas USD 80 per barel,” kata Faisal.

Kendati begitu, ia tak bisa mem­perkirakan bagaimana ge­jo­lak harga BBM ke depan hingga ak­hir tahun. Lantaran beberapa fak­tor bisa mempengaruhi baik da­ri sisi positif ataupun negatif, se­misal respon kebijakan fiskal pe­me­rintah terhadap situasi saat ini.

Terkait ketidakpastian ini, Pre­siden Joko Widodo (Jokowi) sem­pat berjanji akan menghitung dan mempertimbangkan ke­mam­pu­an fiskal negara terkait potensi ken­aikan harga BBM setelah di­ta­han sejak awal tahun.

“Semuanya dilihat fiskal ne­ga­ra. Mampu atau tidak mampu, ku­at atau tidak kuat,” kata Pre­si­den Jokowi beberapa waktu lalu, dikutip dari Antara. rep/mb06

 

 

Tags: Direktur Eksekutif Center of Re­form on EconomicsHarga ObatMohammad Faisal
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper