
BANJARMASIN – Sekitar 300 ekor sapi kurban baru saja tiba di penampungan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (5/6).
Begitu di RPH, sapi tersebut langsung dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh guna memastikan kesehatannya.
“Kita cek lengkap, ditemukan cacat atau tidak. Ada infeksi penyakit atau tidak, makanya kita periksa,” ucap Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) RPH Kota Banjarmasin, Annang Dwijatmiko.
Hasil pemeriksaan semua sapi tidak ditemukan yang terinfeksi virus Brucellosis. Mengingat syarat masuk sapi kurban ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) harus bebas Brucellosis. Namun ada beberapa sapi kurban yang mengalami kelelahan fisik karena stres di jalan hingga patah tulang saat tiba.
“Dari sapi kelelahan dan patah tulang itu ada beberapa sapi yang hanya diobati. Namun ada juga yang harus dipotong lebih awal,” kata Annang.
Di antaranya, ada sapi yang patah tulang yang mungkin disebabkan proses menaikkan atau menurunkan sapi ke tempat tujuan.
“Dipotong cepat itu untuk memenuhi daging segar di Banjarmasin,” imbuhnya.
Ia memastikan daging sapi yang stres karena kelelahan itu sangat aman dikonsumsi. Namun memang kualitas daging tidak sebagus dengan daging sapi normal.
Kedatangan sapi kurban di RPH dilakukan secara bertahap saat menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Nanti ada 200 ekor sapi lagi yang datang dari informasi yang kita terima,” tutupnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah mengatakan pemeriksaan sapi kurban harus dilakukan saat datang atapun jelang pelaksaan kurban.
“Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah sapi tersebut benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” katanya.
Kalau perlu, lanjutnya, petugas pemeriksa sapi dari dinas terkait menyebar dan mengawasi sapi-sapi kurban selain di RPH Basirih. via

