Mata Banua Online
Kamis, Mei 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beberapa Sapi Kurban di RPH Terpaksa Dipotong Lebih Awal

by Mata Banua
6 Juni 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Juni 2024\7 Juni 2024\5\hal 5\hal 5\sapi kurban saat diperiksa Dinas ketahanan pangan, pertanian.jpg
SAPI yang berada di RPH Basirih saat diperiksa Dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan (DPPP) Kota Banjarmasin.(foto:mb/ist)

 

BANJARMASIN – Sekitar 300 ekor sapi kurban baru saja tiba di penampungan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Tembus Mantuil, Kelu­rahan Basirih Selatan, Keca­matan Banjarmasin Selatan, Rabu (5/6).

Berita Lainnya

KRI Teluk Kupang-519 Sandar di Banjarmasin

KRI Teluk Kupang-519 Sandar di Banjarmasin

20 Mei 2026
APDESI,PAPDESI,PABDSI dan PPDI Membentuk Organisasi Desa se Kalsel

APDESI,PAPDESI,PABDSI dan PPDI Membentuk Organisasi Desa se Kalsel

20 Mei 2026

Begitu di RPH, sapi ter­sebut langsung dilakukan pemeriksaan fisik secara men­ye­luruh guna memastikan kesehatannya.

“Kita cek lengkap, dite­mukan cacat atau tidak. Ada infeksi penyakit atau tidak, makanya kita periksa,” ucap Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) RPH Kota Banjarmasin, Annang Dwijatmiko.

Hasil pemeriksaan semua sapi tidak ditemukan yang terinfeksi virus Brucellosis. Mengingat syarat masuk sapi kurban ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) harus bebas Brucellosis. Namun ada be­berapa sapi kurban yang menga­lami kelelahan fisik karena stres di jalan hingga patah tulang saat tiba.

“Dari sapi kelelahan dan patah tulang itu ada beberapa sapi yang hanya diobati. Namun ada juga yang harus dipotong lebih awal,” kata Annang.

Di antaranya, ada sapi yang patah tulang yang mungkin disebabkan proses menaikkan atau menurunkan sapi ke tempat tujuan.

“Dipotong cepat itu untuk memenuhi daging segar di Banjarmasin,” imbuhnya.

Ia memastikan daging sapi yang stres karena kelelahan itu sangat aman dikonsumsi. Namun memang kualitas daging tidak sebagus dengan daging sapi normal.

Kedatangan sapi kurban di RPH dilakukan secara bertahap saat menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Nanti ada 200 ekor sapi lagi yang datang dari infor­masi yang kita terima,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah mengatakan peme­riksaan sapi kurban harus dilakukan saat datang atapun jelang pelaksaan kurban.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah sapi ter­sebut benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” katanya.

Kalau perlu, lanjutnya, petugas pemeriksa sapi dari dinas terkait menyebar dan mengawasi sapi-sapi kurban selain di RPH Basirih. via

 

 

Tags: Annang DwijatmikoKepala Unit Pelaksana TugasRPH BasirihSapi Kurban
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper