Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Makanan Sumber Protein Hewani Beri Manfaat Besar untuk Tumbuh Kembang Anak

by Mata Banua
5 Juni 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Juni 2024\6 Juni 2024\11\Halaman 1-11 Kamis\makanan.jpg
(foto:mb/web)

 

Ahli gizi menganjurkan pemberian makanan sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial pada anak. Sumber protein hewani penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal mereka.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

“Meskipun manusia dapat memperoleh protein yang bersumber dari protein nabati, namun protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap,” kata guru besar bidang ilmu gizi kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr drg Sandra Fikawati, MPH, di

Jakarta, Kamis (30/5), kemarin.

Bahan makanan yang termasuk sumber protein hewani antara lain ikan, cumi-cumi, udang, kerang, telur, susu, daging unggas, dan daging sapi. “Makanan tersebut setidaknya menyuplai sembilan macam asam amino esensial dari 20 jenis asam amino atau senyawa yang bergabung untuk membentuk protein yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain pertumbuhan fisik juga pertumbuhan otak,” kata Sandra.

Namun demikian, ia mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa penduduk Indonesia lebih banyak mengonsumsi protein nabati (65,7 persen) ketimbang protein hewani (34,3 persen). Dia mengutip hasil survei tahun 2020 yang menunjukkan rata-rata konsumsi protein hewani penduduk perkotaan 23,71 gram per kapita per hari, sedangkan penduduk perdesaan 18,21 gram per kapita per hari.

Protein hewani yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia di perdesaan dan perkotaan dalam satu tahun rata-rata 21,29 gram per kapita per hari menurut hasil survei itu. Sandra mengatakan, jika dibandingkan pada tahun 2020, tingkat konsumsi daging pada 2022 mengalami peningkatan meski tidak signifikan.

Menurut dia, tingkat konsumsi daging sapi dan unggas juga masih lebih baik dari tingkat konsumsi ikan, cumi-cumi, udang, dan kerang yang stagnan serta tingkat konsumsi telur dan susu yang menurun selama kurun itu. Fikawati memaparkan data dalam Buletin Konsumsi Pangan Vol 13 Nomor 1 Tahun 2022 dari Kementerian Pertanian yang menunjukkan penduduk Indonesia lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi (31,74 persen) dibandingkan untuk daging (4,38 persen), ikan/udang/cumi-cumi/kerang (7,72 persen), serta telur dan susu (4,99 persen). Menurut dia, data-data tersebut menunjukkan peluang bagi produsen makanan untuk menawarkan bahan makanan segar, seperti daging segar, sebagai pilihan sumber protein hewani.rep

 

 

Tags: Protein Hewani
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper