
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Hj Raudatul Jannah atau Acil Odah membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2024 di Banjarmasin, Kamis (30/5).
Rakerkesda Kalsel tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Bayu Tedja Setiawan dan Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat, Niken Wastu Palupi serta Tim Kerja Perencanaan Kerjasama Kemenkes RI.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menungkapkan faktor kesehatan merupakan dasar yang sangat penting, karena segala hal lebih mudah dilakukan jika dalam kondisi sehat.
Paman Birin berharap jajaran kesehatan di Banua terus meningkatkan sinersigitas dan kolaborasi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di banua.
“Saya berharap keluarga besar kesehatan di banua terus bersinergi dan kolaborasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Banua,” katanya.
Paman Birin pun motivasi jajaran kesehatan di Kalsel, melakukan yang terbaik untuk masyarakat dan perencanaan salah satunya melalui Rakerkesda seperti ini.
Di hadapan peserta Rakerkesda 2024, Paman Birin mengaku merasa pulang kampung, karena dirinya pernah 13 tahun mengabdi di dinas kesehatan yaitu sebagai Tenaga Administrasi Kesehatan (Pekarya) di Kota Banjarmasin.
Pekerjaan ini membawa karier Paman Birin menjadi lurah, lalu sekretaris camat hingga akhirnya menjadi Gubernur Kalsel.
Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi dan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Bayu Teja Muliawan menyebutkan, pembangunan kesehatan adalah upaya yang harus dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Kesehatan yang baik merupakan investasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi, karena kesuksesan pembangunan kesehatan sangat bergantung pada kesinambungan program dan upaya dari berbagai sektor.
Penting untuk diingat, ujarnya, seluruh pembangunan sektoral harus mempertimbangkan kontribusi dan dampaknya terhadap kesehatan. Dengan demikian dapat diwujudkan masyarakat Indonesia yang sehat produktif dan sejahtera.
Atas nama Kemenkes, ujar Bayu, pihaknya mengapresiasi standar pelayana minimal (SPM) Kesehatan di Kalsel yang mencapai 100 persen.
“Demikian juga dengan kabupaten kota di Kalimantan Selatan, SPM sudah di atas rata-rata nasional. Jadi terima kasih pada seluruh jajaran di kabupaten kota,” ujarnya.
Terakhir diingatkan, sinergi dan kolaborasi antar Pusat Provinsi dan daerah baik provinsi kabupaten dan kota menjadi kunci utama dalam optimalisasi program pembangunan kesehatan.
“Pentingnya Sinergi dan kolaborasi dalam upaya mencapai transformasi kesehatan yang berkelanjutan. Mari kita bersama-sama menjadikan visi transformasi kesehatan ini menjadi amlan yang baik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” ajak Bayu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah, SKM, MKes atau Acil Odah melaporkan Pemprov Kalsel melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan dengan prioritas pada RPJMD 2021-2026 yaitu meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dengan sasaran meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat.
Strategi yang dilakukan antara lain mengutamakan tindakan promotif dan preventif, meningkatkan kemandirian alat kesehatan dan ketersediaan obat yang terjangkau, memprioritaskan pembangunan kesehatan, memenuhi layanan kesehatan di seluruh daerah yang ada di Kalsel, pemerataan tenaga kesehatan serta memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dalam memberikan layanan kesehatan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan perencanaan tingkat pusat saja, melainkan hasil perencanaan daerah juga sangat berpengaruh.
“Dengan demikian diperlukan forum komunikasi dan informasi antara pusat, provinsi serta daerah kabupaten/kota guna optimalisasi hasil perencanaan dalam pelaksanaan program pembangunan kesehatan,” kata Acil Odah.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel melaksanakan Rakerkesda ini melibatkan peserta lingkup provinsi dan kabupaten kota juga kepala desa atau lurah yang terpilih se-Kalsel.
Dari kegiatan diharapkan bisa meningkatkan sinergi, integrasi, kolaborasi, sinkronisasi, harmonisasi dan merancang rencana aksi guna peningkatan pembangunan kesehatan di Banua Kalsel.
Dalam rakerkesda yang diikuti 278 peserta ini ujar Acil Odah, akan disosialisasikan berbagai kebijakan dan informasi penting berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan kesehatan serta dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan dengan pemerintah daerah. adp/ani

