
JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis rupiah akan kembali menguat terhadap dolar AS hingga akhir tahun 2024. Pihaknya yakin dalam tempo satu bulan ke depan nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran 16.000 per dolar AS dan ke 15.800 per dolar AS.
“Itu terlihat data data di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di luar negeri Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dalam tempo satu bulan ke depan juga akan terus menguat mengarah kepada Rp 16.000. Kalau BI meyakini bahwa nilai tukar rupiah menguat Rp 16.000 sampai Rp 15.800,” kata Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2024, secara daring.
Optimisme rupiah akan menguat tersebut didukung oleh empat faktor, yakni yang pertama, dengan adanya kenaikan suku bunga BI Rate maupun SRBI maka daya tarik imbal hasil investasi ke Indonesia akan lebih menarik.
“Dengan kenaikan itu kalau kita bandingkan dengan India, perbedaan yield sudah lebih baik dari India sehingga itu menjadi atraktif,” ujarnya.
Faktor kedua, yakni para investor sudah mulai masuk kembali ke Indonesia melalui pembelian Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tercatat pada minggu keempat April, SRBI yang telah masuk mencapai Rp 4,5 triliun. “Bahkan SBN yang semula outflow itu sudah kembali inflow pada minggu pertama bulan Mei, 3 hari pertama ini totalnya Rp 3,75 triliun,” ujarnya.
Selanjutnya, faktor ketiga, adalah prospek ekonomi Indonesia yang baik, dengan daya tahan yang kuat, kemudian inflasinya rendah di dalam kisaran 2,5 plus minus 1 persen.
“Juga disampaikan pak Mahendra (Ketua Dewan OJK) tadi kredit juga terus tumbuh, itu juga prospek-prospek yang baik, dan tentu saja prospek ekonomi menjadi daya tarik inflow,” katanya.
Faktor keempat yakni komitmen Bank Indonesia guna menjaga nilai tukar rupiah dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK. BI meyakini stabilitas rupiah akan terus menguat ke depannya. “Kami meyakini stabiltias rupiah akan terus menguat ke depan, dipengaruhi 4 faktor,” pungkasnya.
Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tinggi hingga melebihi level 16.000 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menjelaskan, rupiah masih bisa menguat di Jumat ini seiring pasar menyambut positif pernyataan Gubernur bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
“Pasar masih menyambut positif pernyataan Jerome Powell, Gubernur bank sentral AS, pascarapat kebijakan moneter yang mengisyaratkan tidak adanya kenaikan suku bunga acuan AS tahun ini,” kata dia dikutip dari Antara.
Ariston juga menilai data inflasi Indonesia pada April 2024 yang baru dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis 2 Mei 2024 masih terjaga di kisaran target Bank Indonesia (BI), yakni 3,0 persen. Hasil ini dinilai dapat memberikan sentimen positif untuk rupiah. lp6/mb06
