
BANJARMASIN – Indahnya rasa kebersamaan di antara umat berbeda suku dan agama berhasil diwujudkan Group S3 yang merupakan singkatan dari SD, SMP dan SMAK.
Group S3 merupakan kumpulan alumni SD (Susteran/Santa Maria Bruderan), SMP Susteran dan Bruderan, serta SMAK (SMA Khatolik) Banjarmasin yang kemarin petang menggelar reuni kecil-kecil sambil berbuka puasa bersama.
Mereka yang tergabung dalam Group S3 ini memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda-beda, ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Kong Hu Cu, serta ada yang berasal dari suku Banjar, Jawa, China, juga Dayak.
Namun, saat di gelar acara reunian sekaligus buka puasa bersama di rumah Murni Suprapti, semua melebur menjadi satu dalam suasana canda tawa yang penuh dengan keakraban.
Uniknya, untuk buka puasa bersama sebagian besar masakan di olah dan di siapkan oleh mereka yang non-muslim.
“Kami memang berusaha untuk kompak dan bersatu, tidak memandang adanya perbedaan sebagai suatu hal yang bisa dipermasalahkan. Namun tentu saja dengan tetap menghormati agama dan kepercayaan masing-masing-masing,” ujar salah satu anggota Group S3 Susana Wijaya yang paling aktif dan memprakarsai serta mengkoordinir terlaksananya kegiatan ini, Kamis (28/3).
Dikatakan juga, kuatnya rasa kebersamaan itu membuat mereka yang bermukim di luar daerah rela datang ke Banjarmasin, seperti Swan yang saat ini bermukim di Semarang, Pipin dari Jakarta, Yenni dari Sampit, serta lainnya yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya dengan jumlah mencapai puluhan orang.
“Sebenarnya masih banyak yang berkenan hadir, namun karena sesuatu dan lain hal menjadikan mereka tidak bisa bergabung dengan kami,” jelasnya.
Anggota Group S3 ini menyelesaikan pendidikan tingkat SMA (SLTA) pada tahun 1983 silam atau 41 tahun lalu, dan rata-rata sudah berusia sekitar 59 hingga 60 tahun.
“Di antara kami ada saja yang selama 40 tahun lebih itu tidak saling bertemu, walaupun komunikasi melalui grup di medsos tetap berjalan,” pungkasnya. rds

