Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Istana Sepakat dengan Ganjar

Respons Pernyataan Guntur soal Jokowi Nanti Diapain

by Mata Banua
30 Januari 2024
in Headlines
0

 

 

Berita Lainnya

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Penganiaya Anak di Yogya

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Penganiaya Anak di Yogya

26 April 2026
Jokowi Bakal Tunjukkan Ijazah Asli di Persidangan

Jokowi Bakal Tunjukkan Ijazah Asli di Persidangan

26 April 2026
Putra sulung Presiden pertama RI Soekarno, Guntur Soekarnoputra.

JAKARTA – Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana merespons pernyataan Guntur Soekarnoputra yang menyebut apabila paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menang di Pilpres 2024, maka ‘Jokowi mau diapain nanti terserah’.

Ari justru mengaku sepakat dengan pernyataan Ganjar Pranowo yang juga telah buka suara soal Guntur. Menurutnya, kedewasaan politik dan demokrasi perlu terus diperkuat.

“Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Mas Ganjar Pranowo ya. Saya kira pesan Mas Ganjar mengingatkan kita semua bahwa memang saat ini di tahun politik kontestasi persaingan itu pasti menonjol,” kata Ari di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (30/1), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Menurut Ari tanggapan Istana tak berbeda jauh dengan respons Ganjar atas pernyataan Guntur. Dia mengatakan masing-masing anak bangsa harus mengingat bahwa seluruhnya saling bersaudara.

Dia lantas mengingatkan pesan dari Presiden pertama RI Sukarno –yang juga ayah dari Guntur– meski terjadi perbedaan dan pandangan politik, semangat kebersamaan tidak boleh luntur.

“Dan tentu kita katakan, dalam pemilu kita harapkan kita bukan musuh satu sama lain, bahwa kita satu saudara. Saya rasa pesan mas Ganjar tu sangat relevan,” ujar Ari.

Terkait pernyataan Guntur, Ganjar menyebut bahwa semua memang dapat diatur jika dirinya dan Mahfud telah menang.

“Bisa lah, kan gini yang bersaing dan bertanding itu kan sesama anak bangsa. Kebetulan hari ini 3 paslon. Tiga-tiganya berkewarganegaraan Indonesia, tiga-tiganya sebenarnya kita bersaudara,” kata Ganjar di Rumah Makan 88, Ambon, Maluku, seperti dikutip Detik, Senin (29/1/).

Ganjar mengatakan, apabila tidak sedang berkontestasi di Pilpres, ketiga calon tersebut dapat duduk bersama untuk berdiskusi. Tapi, kata dia, nuansa Pilpres memang dominan.

“Kalau hari ini ketiga pasang itu tidak bertanding dan kita ketemu, pasti kita bisa ngopi bareng, diskusi bareng kok, tapi karena sekarang sedang bertanding, maka nuansa kontestasinya memang dominan, dan itu biasa saja,” terang Ganjar.

Dia meluruskan bahwa yang dimaksud dapat diurus jika dia dan Mahfud menang adalah pasangan calon yang kalah tidak mungkin untuk ditinggalkan.

“Maka kalau salah satu sudah menang, katakan lah saya menang sama Pak Mahfud, bagaimana mereka bisa kita urus? Jelas lah, jelas lah sesama anak bangsa masa nggak gitu ya,” beber Ganjar.

“Artinya pasti beliau-beliau juga pilihan-pilihan dari masing-masing partai yang terbaik, putra terbaik, maka pasti akan kita ajak bicara, nggak mungkin kita tinggalkan,” lanjutnya.

Selain itu, Ganjar menyampaikan mengurus yang dimaksudnya bukan hanya berupa ajakan kerja sama. Namun, kata dia, juga dapat berupa oposisi.

“Bisa saja kita partnership dengan mereka atau kemudian jangan-jangan dengan pola check and balance model seperti oposisi itu juga bisa dilakukan, karena itu menyehatkan,” paparnya.

Politisi PDIP ini khawatir apabila pemerintahan tanpa oposisi. Sebab, dia menilai, koalisi akan menjadi gemuk dan tidak menyehatkan.

“Rasa-rasanya tanpa oposisi semua ikut, semuanya, saya khawatir kekuatannya menjadi terlalu solid dan dominan, dan itu berbahaya,” katanya.

“Jadi orang akan bicara ‘wah ini jadi gemuk sekali dan oligarki sih’, kan pasti rakyat nggak suka. Jadi kita ajak terlibat untuk menyehatkan kondisi bangsa agar cepat lebih maju,” pungkas Ganjar.

Dalam pernyataan sebelumnya, Guntur yang merupakan kakak dari Megawati Soekarnoputri ini menuturkan, apabila Ganjar menang dan jadi presiden, maka akan memiliki hak prerogatif. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang presiden pemilik hak prerogatif.

“Kalau Ganjar dan Mahfud sudah jadi presiden dan wakil presiden, presiden punya hak prerogatif, gampang itu. Jokowi mau diapain nanti terserah,” kata Guntur dalam video di channel YouTube Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo seperti diberitakan detik.com, Senin (29/1).

Menurut Guntur, ada hal yang lebih penting untuk didahulukan yakni memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Setelah itu, Ganjar-Mahfud bisa melakukan langkah selanjutnya.

“Ini kan banyak macam-macam, ada yang minta pemakzulan, ada yang minta ini, minta itu. Sudahlah, kita lupakan saja itu dulu, yang penting sekarang menurut ajaran Bung Karno yang tidak bisa ditunda-tunda menangkan dulu Ganjar Pranowo-Mahfud MD,” kata dia. web

 

Tags: Guntur Soekarnoputrakedewasaan politikPutra sulung Presiden pertama RI
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper