Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BNPB: Dalam Sepekan Terjadi 27 Bencana

by Mata Banua
20 Desember 2023
in Headlines
0

 

Berita Lainnya

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

23 April 2026
Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

23 April 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 27 bencana alam terjadi di seluruh Indonesia selama periode 11-17 Desember 2023. Mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, jumlah kejadian bencana sepanjang pekan kemarin itu tergolong sedikit dibanding pada Desember tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau misalkan 27 kejadian bencana dari sisi frekuensi cukup sedikit. Tetapi memang yang kita sesalkan adalah memakan korban jiwa,” kata Muhari dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (19/12), yang dikutip CNNIndonesia.com.

“Kemarin ada beberapa kejadian di Sumbar, longsor dan banjir yang akibatnya ada dua korban jiwa,” imbuhnya.

Muhari merinci dalam sepekan ada 16 peristiwa banjir; dua bencana gempa bumi, satu kasus kebakaran hutan dan lahan; lima bencana akibat cuaca ekstrem; dan tiga bencana tanah longsor.

Puluhan peristiwa itu terjadi di 25 kabupaten/kota yang berada di 11 provinsi. Paling banyak banjir yang terjadi di Pulau Sumatera. Sebanyak 27 kejadian bencana itu pun membuat sejumlah warga harus mengungsi, rumah hingga fasilitas umum yang rusak.

Muhari menyebut sejumlah bencana itu terjadi juga dipengaruhi oleh faktor alam. Dalam sepekan terakhir misalnya, gelombang aktif ekuator yang aktif di wilayah Indonesia adalah gelombang Rossby di bagian utara pulau NTT dan bagian utara dan Maluku yang berimplikasi pada curah hujan tinggi.

“Dan berdasarkan BMKG melalui prakiraan hujan dasarian III Desember 2023, daerah dengan curah hujan tinggi, yakni sebagian Kalimantan Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan,” ujarnya.

Muhari mengatakan daerah berpotensi rawan banjir diprediksi terjadi di Kalimantan Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Ia meminta agar masyarakat tetap waspada saat beraktivitas atau bahkan pergi berlibur menjelang musim natal dan tahun baru 2024 (Nataru). Masyarakat harus rutin memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.

Selain itu masyarakat juga diharapkan mampu mempelajari dan memahami jalur evakuasi terdekat apabila terdapat potensi bencana hidrometeorologi.

“Hal itu dapat dilihat di aplikasi INARISK peta jalur mudik rawan bencana,” katanya. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper