AMUNTAI – Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah dengan menggelar panen raya cabai merah. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati HSU Hero Setiawan mewakili Bupati HSU H. Sahrujani yang menugaskannya untuk membersamai panen raya tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara terhadap pengembangan pertanian berbasis pondok pesantren.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pertanian HSU Ahmad Rijani, Kabag Ekonomi Setda HSU Nor Ilham, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, dewan guru, para santri, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Fakultas Pertanian yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Muara Tapus.

Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus diharapkan menjadi salah satu lokus pengembangan pertanian melalui program One Pesantren One Product (OPOP).

“Harapan kami, Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus ini dapat menjadi lokus pertanian melalui program OPOP atau One Pesantren One Product. Ini merupakan salah satu program unggulan dalam visi dan misi kami bersama Bapak Bupati H. Sahrujani. Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah,” ujar Wabup.

Ia juga memberikan, motivasi kepada mahasiswa KKN ULM Fakultas Pertanian agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat dan pondok pesantren.

Sementara itu, Ustadz Busairi selaku penanggung jawab Pondok Pesantren Darussalam menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara atas dukungan yang diberikan melalui program OPOP.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati H. Sahrujani dan Bapak Wakil Bupati Hero Setiawan atas lahirnya program OPOP. Berkat program ini, Pondok Pesantren Darussalam semakin mandiri dalam mengembangkan usaha pertanian. Alhamdulillah, hasil panen cabai merah kami saat ini mampu mencapai sekitar 200 kilogram setiap minggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi, bantuan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang telah meminjamkan berbagai alat dan mesin pertanian, seperti traktor dan peralatan lainnya, sehingga para santri dapat belajar sekaligus mengembangkan keterampilan bertani secara lebih modern.

Pada kesempatan yang sama, Riyan Toni, mahasiswa KKN ULM Fakultas Pertanian, turut memberikan edukasi mengenai teknik panen cabai yang baik dan benar kepada para santri. Ia menjelaskan bahwa proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati agar kualitas buah tetap terjaga.

“Panen cabai sebaiknya dilakukan saat buah telah matang sempurna . Saat memetik, gunakan tangan atau gunting yang bersih panen dengan tetap menyisakan tangkai buah agar kualitas cabai tetap baik dan umur simpan lebih lama. Selain itu, panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran hasil panen,” jelas Riyan Toni.

Melalui kegiatan panen raya ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berharap sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat dalam mewujudkan pesantren yang mandiri, produktif, serta mampu menjadi pusat pengembangan pertanian yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (suf/mb03)