TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menggelar Apel Gabungan, bertempat di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Senin (3/8).
Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial, P3AP2KB Tabalong, H Syam’ani dan dihadiri oleh para Kepalaa SKPD, ASN dan Seluruh Tamu Undangan.
Dalam amanatnya, ia menyebutkan ada beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian dan kolaborasi seluruh SKPD.
Adapun tantangan tersebut diantaranya pemenuhan hak keluarga rentan, lansia terlantar, dan orang dengan kecacatan berat yang harus diperkuat perlindungan sosialnya.
“Kemudian bagaimana kita mendorong peran perempuan dalam bidang politik, ekonomi, dan pengambilan keputusan,” sebutnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya upaya perlindungan terhadap kekerasan anak, perkawinan anak dan pengendalian perduduk serta peningkatan kualitas keluarga.
Untuk menghadapi isu strategis tersebut, Dinas Sosial, P3AP2KB melaksanakan beberapa program yang dimana tahun 2025 angka kemiskinan hampir turun 0,97 persen dari 5,67 persen kadi 4,64 persen.
“Ditempat kami ada beberapa program salah satunya bantuan pangan daerah atau rasda yang diberikan ke 2181 penerima manfaat yang setiap bulan mendapatkan jatah 20 kg beras dan 12 butir telur itik,” ungkapnya.
Kemudian ada program rumah tidak layak huni yang sudah di anggarkan di anggaran induk ada 45 rumah, 35 bangun baru, dan 10 rehab yang sudah hampir selesai 100 persen.
“Untuk lansia terlantar dan orang kecacatan berat setiap bulan kita berikan bantuan uang tunai. Lansia sebanyak 700 penerima, sedangkan kecacatan berat 43 penerima manfaat,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data dari Baperidda, tahun 2024 tercatat lebih dari 110 kelahiran ibu berusia 20 tahun, begitu pun dengan 2025.
“Artinya lebih dari 100 perkawinan anak ini yang tidak tercatat atau istilahnya nikah siri. Ini menjadi tugas kita bersama karena perkawinan anak akan lebih banyak merugikan kepada pihak perempuannya,” tegasnya.
Syam’ani menambahkan yang terakhir terkait laporan pengaduan terhadap kekerasan perempuan dan anak.
Di satu sisi dirinya mengapresiasi karena ada kesadaran orang untuk melaporkan saat terjadi tindak kekeran terhadap perempuan dan anak.
“Tapi di sisi lain ini juga peringatan untuk kita semua supaya bersama-sama melakukan upaya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak,” pungkasnya.yan/rds
