BANJARMASIN – Untuk memastikan persiapan penggunaan Jalan Martapura Lama atau Veteran KM 5,5 Kelurahan Sungai Lulut pada tanggal 10 Agustus mendatang berjalan sesuai harapan.
Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama rombongan wartawan persroom Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel bersama-sama melakukan pemantauan langsung kondisi terakhir jalan tembus ke martapura lama tersebut, Senin,( 3/8) sore.
“Kami hanya ingin memastikan saja persiapan penutupan tanggal 10 sudah dekat. Oleh sebab itu kami berharap situasi kondisi di lapangan juga menggembirakan”, ucap Anggota Komisi III dari PDIP,HM. Rosehan Noor NB bersama anggota Habib Farhan (PKB), Hj.Syarifah Rugayah (Golkar),Ahmad Syarwani (Nasdem) dan Wakil Ketua Komisi III ,Achmad Maulana (Golkar).
Rosehan berharap kepada pihak kontraktor maupun Dinas PUPR Provinsi Kalsel agar dipastikan kondisi jalannya sudah benar-benar siap untuk dilakukan pengaspalan.
“Jangan sampai seperti pagi tadi kan adalah apa kalau bahasa banjarnya “rabit” lah jalanannya atau retak pak. Nah kalau retak berarti kan ada tanda tanda lagi bisa longsor enggak? Sebab itu kita kan minta kepastian dengan pihak kontraktor supaya apa apa langkah selama menuju tanggal 10 itu disiapkan betul betul”, tegas politisi Partai PDIP.
Selain itu, Rosehan juga mengingatkan agar selama proses pemadatan hingga pengaspalan nanti agar jalan tersebut benar-benar ditutup total sehingga kontraktor bisa bekerja maksimal. Tidak terganggu warga yang lalu lalang.
“Kita wawancara juga masyarakat lalu lalang, harusnya kan ditutup total supaya kontraktor bisa leluasa begawi (bekerja). Konsekuensinya ya harus wani (berani) menegur. Kalau memang tidak berani minta kepolisian, minta Satpol PP atau warga di sini dikaryakan supaya dijaga”, terang Rosehan.
Kasi Pembinaan Teknis Jalan Dan Jembatan Dinas PUPR Kalsel, Misna Putri Wiharti mengatakan, progres perbaikan jalan saat ini sudah mencapai 90 persen dari target.
“Saat ini kita sudah di pemadatan untuk LPB (lapos pondasi bawah) jadi ini mencoba memadatkan kembali sampai dengan nanti akses terbuka ya. Jadi supaya untuk stabil dulu baru nanti kita lanjut ke pengaspalan”, jelasnya seraya kembali menghimbau kepada masyarakat agar tidak melintas hingga pembukaan tanggal 10 Agustus nanti.rds
