AMUNTAI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Ketatnya pengawasan anggaran dan tata kelola pemerintahan, berbasis teknologi lewat terobosan inovasi PENA SAJIWA, berhasil membawa HSU masuk dalam jajaran 10 Besar ajang bergengsi Kalsel Innovation Award (KIA).

Keberhasilan inovasi ini dipaparkan dalam sesi presentasi dan evaluasi di hadapan dewan juri yang berlangsung di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan. Inovasi ini digencarkan atas arahan Bupati HSU H. Sahrujani, yang sejak awal kepemimpinannya menegaskan pentingnya melakukan pendampingan penuh terhadap seluruh SKPD hingga ke tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu fakta paling menarik yang disampaikan Wabup HSU di hadapan juri KIA adalah munculnya kebijakan tegas namun unik dari pimpinan daerah. Jika ada OPD yang masuk dalam jajaran 5 penyerapan anggaran terendah, Bupati H. Sahrujani atau Wabup HSU akan langsung ‘turun gunung’ dan berkantor di dinas tersebut untuk melakukan evaluasi total.

“Atas arahan Pak Bupati, kami mendampingi seluruh SKPD sampai ke satuan terkecil. Jadi jangan coba-coba berada di posisi 5 terendah, karena Pak Bupati atau saya sendiri yang akan berkantor di OPD mereka,” tegas Wabup Iwan Alabio panggilan akrabnya.

Sebagai salah satu inovasi utama, PENA SAJIWA menjadi “Mata Super” pimpinan daerah yang mampu melacak sekitar 540 program dan lebih dari 1.600 sub-kegiatan secara mendalam.

Dalam pemaparannya di Aula BRIDA Kalsel, dijelaskan bahwa sistem Dashboard interaktif ini berhasil membongkar kebiasaan lama penyusunan anggaran, seperti praktik Copy-Paste sub-kegiatan dari tahun-tahun sebelumnya tanpa perencanaan real.

Sub-kegiatan yang tidak mengalami kemajuan atau capaian kinerjanya di bawah 50% akan otomatis ditandai dengan warna merah. Ini menjadi indikator awal bagi pimpinan daerah bahwa Kepala Dinas, Kabid, maupun Kasubag Program terkait belum berkoordinasi secara optimal.

Tak hanya berfokus pada pengawasan kinerja internal pemerintahan, komitmen inovasi di bawah kepemimpinan Bupati HSU H. Sahrujani juga menyasar langsung sektor ekonomi kerakyatan dan pelayanan masyarakat desa melalui dua terobosan unggulan lainnya:

AL PILUNG (Alat Pemipih Purun dan Ilung), Inovasi teknologi tepat guna ini hadir untuk mendorong efisiensi dan produktivitas para pengrajin lokal HSU. Dengan adanya alat pemipih purun dan eceng gondok (ilung) ini, proses pengolahan bahan baku kerajinan menjadi jauh lebih cepat, hemat tenaga, dan menghasilkan kualitas bahan kerajinan yang lebih halus serta siap olah secara maksimal.

Terus, SiiNDAH (Inovasi Desa untuk Pelayanan Mudah), Sebuah terobosan tata kelola di tingkat desa yang dirancang untuk memotong birokrasi yang berbelit. Lewat SiiNDAH, masyarakat di tingkat desa kini dapat menikmati berbagai layanan administratif dengan lebih cepat, transparan, dan mudah tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.

Hasil Nyata, Ekonomi Meroket, Kemiskinan Anjlok. Dampak nyata dari hadirnya ekosistem inovasi atas arahan Bupati HSU H. Sahrujani ini menjadi poin kuat yang memukau tim penilai KIA, terlihat jelas pada capaian indikator makro HSU.

Diantaranya, Pertumbuhan Ekonomi Meroket HSU mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07%, melampaui target awal (4,52%) sekaligus menjadi yang tertinggi di wilayah Banua Enam. Terus, Penurunan Kemiskinan Signifikan. Laju penurunan angka kemiskinan di HSU mencatatkan rekor penurunan paling agresif selama dua tahun berturut-turut.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus merambat naik seiring dengan pengawalan program-program strategis daerah yang tepat sasaran. Langkah proaktif Pimpinan Daerah HSU ini mendapat apresiasi tinggi dari para juri KIA. Komitmen kepemimpinan Bupati HSU H. Sahrujani dinilai sangat luar biasa karena menerjemahkan inovasi tidak hanya pada aspek manajemen pemerintahan, tetapi juga langsung menyentuh pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelayanan publik hingga tingkat desa.

Atas capaian positif yang terus berlanjut ini, Bupati HSU H. Sahrujani menargetkan tahun 2026 ini HSU masuk dalam Kabupaten TERINOVATIF pada ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, setelah sebelumnya secara berturut-turut sukses meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif. (suf/mb03)