BATULICIN-Produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Riana Sinar Jaya di Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah memenuhi kebutuhan pasar domestik bahkan hingga ke pasar Internasional khususnya di negara Malaysia.”Produk UMKM yang kami kirim ke luar negeri diantaranya keripik talas, keripik sukun, keripik singkong, keripik pisang, rengginang ketan,” kata salah satu anggota UMKM Riana Sinar Jaya Kecamatan Mentewe, Feriana, di Batulicin.

Ia menerangkan, produk olahan pangan yang dihasilkan saat ini mencapai 450-500 bungkus per bulan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Malaysia rata-rata mengirim 20 bungkus sesuai permintaan.

Proses pengiriman barang menggunakan jasa ekspedisi karena efisiensi waktu, jangkauan luas, serta kemudahan pelacakan. Layanan ini membuat proses kirim paket menjadi jauh lebih praktis dan aman.

Sedangkan untuk kebutuhan pasar domestik, pihaknya juga mengirim ke pusat oleh-oleh di Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu, Market GS, Mentari, Zayn, PT Arutmin, Daerah Jakarta, Riau, Bandung, Surabaya, Jembar, Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, dengan total omset mencapai Rp5 juta per bulan.

Untuk memperkuat produksi, Feriana juga merangkul dan membina para petani di Desa Sukadamai dan petani-petani di desa lain yang ada di sekitar Kecamatan Mentewe untuk dijadikan mitra kerja dalam menjalankan bisnis tersebut.

“Dari hasil kerja sama ini semuanya saling diuntungkan, para petani memiliki kepastian pasar dalam menjual hasil kebunnya, dan UMKM juga tidak susah lagi mencari bahan baku untuk produksi olahan makanan,” tuturnya.

Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah terbatasnya bahan baku talas yang kurang tersedia, sehingga pelaku umkm harus mencari ke daerah lain.

Feriana mengakui akan memperluas jaringan pemasaran produk, memastikan talas selalu sedia stok dan memperbanyak mitra petani dan kelompok tani diberbagai daerah.”Kami ingin mengajak generasi mudah harus lebih produktif dengan menciptakan lapangan pekerjaan, melalui binis. Intinya harus berani mencoba, memanfaatkan potensi yang ada, mencari peluang kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi secara optimal,” terang Feriana.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kabid Perdagangan dan Kemetrologian pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rakhmatullah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, ketekunan, dan kreativitas para pelaku UMKM.

“Untuk mendukung kemajuan UMKM di Tanah Bumbu pemerintah daerah telah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini kami berikan untuk memberi akses permodalan yang lebih ringan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online,” tutupnya.{[an/mb03]}