RANTAU – Harga cabai rawit hiyung di tingkat petani di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan, naik menjadi Rp58 ribu per kilogram, meningkat sekitar 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Ketua Kelompok Tani Cabai Rawit Hiyung Karya Baru Junaidi mengatakan, kenaikan harga tersebut memberikan nilai jual yang lebih baik bagi petani meski biaya produksi juga mengalami peningkatan.”Harga di tingkat petani sekarang Rp58 ribu per kilogram. Tahun lalu sekitar Rp45 ribu per kilogram,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Ia menyebutkan, Kelompok Tani Karya Baru mengelola lahan cabai hiyung seluas 139 hektare. Hasil panen tidak hanya dipasarkan di Kalimantan Selatan, tetapi juga telah dikirim ke Jawa Barat dan Denpasar, Bali.
Meski harga di tingkat petani meningkat, ucap Junaidi, biaya produksi ikut naik sekitar 15 persen akibat meningkatnya kebutuhan sarana produksi pertanian.
“Selain itu, petani masih menghadapi kendala pembukaan lahan serta ancaman kebakaran lahan saat musim kemarau yang berpotensi menekan produktivitas,” kata Junaidi.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah masih dibutuhkan, terutama dalam penyediaan pupuk, obat-obatan pertanian, sarana produksi, serta bantuan pembukaan lahan agar produksi cabai hiyung dapat terus ditingkatkan.”Saat ini, harga cabai hiyung di tingkat konsumen berkisar Rp85 ribu per kilogram,” ungkapnya.{{an}}
